- Sci-Tech-Hari Ini. 30 Sep 2025.
- Pemasaran LTB. 4 Apr 2025.
- McKinsey & Perusahaan. 30 Mei 2023.
- Instapage.
Pemasaran B2B adalah kegiatan mempromosikan produk atau layanan dari satu bisnis ke bisnis lainnya. Saat ini, pemasaran B2B semakin penting untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Berbeda dengan pemasaran B2C yang sering mengandalkan emosi dan pembelian impulsif, strategi B2B lebih menekankan pada logika, nilai bisnis, dan pengambilan keputusan jangka panjang. Oleh karena itu, kepercayaan, kredibilitas, dan hubungan jangka panjang menjadi faktor utama.
Di sisi lain, digitalisasi yang terus berkembang telah mengubah cara bisnis mencari informasi, menilai, dan berinteraksi dengan calon mitra. Hal ini membuat visibilitas online dan komunikasi yang strategis menjadi semakin penting. Selain itu, perubahan pasca pandemi juga membentuk ekspektasi baru dari pembeli B2B, di mana para pengambil keputusan kini menginginkan respons yang lebih cepat, pengalaman yang lebih personal, serta transparansi yang lebih tinggi .
Identitas brand yang kuat adalah fondasi dari pemasaran B2B yang sukses. Brand yang konsisten dan jelas akan membangun pengenalan, kepercayaan, dan kredibilitas jangka panjang. Untuk mencapainya, Anda perlu memahami target audiens secara mendalam—mulai dari tantangan yang mereka hadapi, kebutuhan bisnis, hingga cara mereka mengambil keputusan.
Riset pasar secara rutin juga penting untuk mengetahui bagaimana brand Anda dipersepsikan dan untuk mengidentifikasi peluang perbaikan strategi pemasaran. Yang tidak kalah penting, seluruh titik kontak dengan pelanggan—seperti website, media sosial, email marketing, dan konten lainnya—harus selaras dan mencerminkan nilai utama brand Anda. Konsistensi ini akan memperkuat kepercayaan dan membuat brand Anda lebih mudah diingat di tengah persaingan B2B yang ketat.
Teknologi AI kini mengubah cara bisnis berinteraksi dengan prospek, mengoptimalkan kampanye, dan meningkatkan konversi. Dengan mengotomatisasi tugas yang kompleks dan menganalisis data dalam jumlah besar, AI membantu tim marketing mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat, sekaligus fokus pada aktivitas yang paling berdampak. Beberapa penerapan AI dalam pemasaran B2B antara lain:
Sekitar 89% pemasar B2B menggunakan LinkedIn untuk menghasilkan prospek, dan 62% di antaranya menyatakan platform ini secara konsisten memberikan hasil. Hal ini menjadikan LinkedIn jauh lebih efektif untuk pemasaran B2B dibandingkan media sosial lainnya1 .
Karena LinkedIn merupakan platform yang dihuni oleh para profesional dan pakar industri, bisnis memiliki peluang besar untuk memposisikan diri sebagai mitra yang kompeten dan tepercaya. Untuk memaksimalkan potensi LinkedIn:
Pastikan juga website Anda mendukung aktivitas di LinkedIn, misalnya dengan menyediakan landing page yang informatif, studi kasus, atau kontak yang mudah diakses. Dengan pengalaman yang mulus antara LinkedIn dan website, peluang konversi akan meningkat secara signifikan.
Meskipun banyak kanal digital baru bermunculan, email tetap menjadi salah satu cara paling efektif untuk menjangkau dan mengonversi prospek B2B. Email marketing mampu menghasilkan sekitar US$42 untuk setiap US$1 yang dikeluarkan2, menjadikannya salah satu kanal dengan performa terbaik bagi banyak perusahaan B2B.
Dengan melakukan segmentasi audiens dan menyesuaikan kampanye berdasarkan posisi prospek dalam buyer journey, bisnis dapat memastikan pesan yang dikirim relevan dan tepat waktu. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan tingkat interaksi dan peluang konversi secara signifikan.
Selain itu, dengan memantau metrik digital yang dapat diukur—seperti tingkat pembukaan email (open rate), rasio klik (click-through rate), serta melakukan uji A/B—tim marketing dapat terus menyempurnakan strategi email marketing B2B untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Personalisasi dalam pemasaran B2B kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi ekspektasi dasar dari para pembeli. Sekitar 71% pembeli B2B mengharapkan interaksi yang bersifat personal, dan banyak di antaranya merasa frustrasi jika hal tersebut tidak terpenuhi.3
Dengan menyesuaikan pesan berdasarkan tahap buyer journey serta mempertimbangkan kebutuhan, tantangan, dan interaksi sebelumnya, peluang untuk membangun kepercayaan dan relevansi akan meningkat secara signifikan. Melalui pemanfaatan predictive analytics dan data intent, bisnis bahkan dapat mengantisipasi kebutuhan calon pelanggan sebelum mereka menyampaikannya secara langsung, sehingga penawaran atau pendekatan dapat dilakukan di waktu yang tepat.
Personalisasi yang efektif tidak hanya sebatas menyebut nama penerima dalam email. Lebih dari itu, personalisasi berarti menyelaraskan konten dengan tujuan bisnis prospek, masalah yang mereka hadapi, dan niat pembelian mereka. Jika diterapkan dengan tepat, pengalaman website yang dipersonalisasi terbukti mampu meningkatkan tingkat konversi hingga 80% dan nilai transaksi hingga 40%.4
Seluruh strategi pemasaran di atas saling melengkapi untuk mendorong pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan di tengah persaingan B2B yang semakin ketat. Selain strategi marketing yang tepat, memiliki mitra logistik global yang andal juga berperan penting dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi bisnis.
Bagi pelaku bisnis di Indonesia yang ingin berekspansi ke pasar internasional, bekerja sama dengan DHL Express dapat mempercepat pertumbuhan melalui solusi logistik yang cepat, tepercaya, dan berfokus pada pelanggan. Buka akun bisnis DHL Express sekarang untuk menyederhanakan pengiriman internasional, menjangkau pasar global, dan mendapatkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda agar operasional tetap berjalan lancar.