Dalam dunia perdagangan global, ada kolaborasi yang terasa cocok, dan ada kolaborasi yang mencetak sejarah.
Dalam kerja sama yang pertama kalinya terjadi antara perusahaan logistik global dan brand streetwear bergaya cyberpunk/techwear, dengan bangga kami mengumumkan bahwa Machine56 (M56) menjadi brand fashion Indonesia pertama yang meluncurkan produk kolaborasi resmi dengan DHL Express.
Berawal dari proyek desain grafis di Bandung hingga menjadi fenomena kultus di Amerika Serikat, Jepang, Rusia, Kanada, bahkan Afrika, M56 membuktikan bahwa brand streetwear Indonesia bisa menarik perhatian dunia dengan dukungan partner yang tepat untuk mewujudkan visinya.
Apa itu Machine56 (M56)?
Didirikan pada tahun 2002 oleh Rajaya Yogaswara di Bandung, Machine56 awalnya bukan brand fashion, melainkan eksplorasi seni grafis.
Rajaya, seorang graphic artist berpengalaman, tumbuh dengan pengaruh visual dari komik dan video game. Gaya desainnya terinspirasi dari manga mecha seperti karya desainer Gundam Hajime Katoki, serta tipografi futuristik tahun 1970-an dari desainer seperti Mimmo Castellano. Semua pengaruh ini berpadu menjadi identitas visual yang berani dan “loud” — kombinasi cyberpunk Jepang, ilustrasi modern, dan nuansa urban futuristik.
"M56 pada dasarnya adalah timeline perjalanan saya sebagai seniman,” kata Rajaya Yogaswara. “Berawal dari passion di desain grafis dan ilustrasi, lalu berkembang seiring perjalanan saya. Kami memang sengaja tampil ‘loud’, menantang pasar lokal dengan grafis yang kuat dan konsep futuristik."
Tantangan: Menghadirkan pakaian M56 ke pasar global
Walaupun M56 berakar di Indonesia, audiensnya justru didominasi pasar internasional. Lebih dari 90% pelanggannya berada di luar negeri, terutama di Amerika Serikat, disusul Jepang, Rusia, dan Kanada.
Namun melayani penggemar global dengan ekspektasi tinggi bukan hal mudah. Sebagai brand streetwear dengan sistem limited release, pelanggan internasional mengharapkan pengiriman yang cepat dan tepat waktu.
Di awal perjalanan, logistik menjadi tantangan besar bagi pengalaman premium yang ingin dibangun M56. Jaket futuristik yang tertahan ketika proses clearance Bea dan Cukai, atau datang terlambat bisa merusak keseluruhan cerita brand. M56 membutuhkan partner logistik yang presisi dan andal, sejalan dengan kualitas desain mereka.
"Untuk melayani permintaan internasional, kami memprioritaskan pengalaman logistik yang seamless,” jelas Rajaya. “Kami memilih DHL sebagai partner utama karena kecepatan dan keandalannya penting untuk menjaga standar premium yang diharapkan pelanggan kami, khususnya di Amerika Serikat."
Dari "Best Customer" menjadi Creative Partner
Hubungan antara M56 dan DHL Express tidak dimulai dari sketsa desain, tetapi dari label pengiriman. Kerja sama ini sudah berjalan hampir lima tahun, di mana DHL Express menjadi “mesin di balik layar” yang mendukung ekspansi internasional brand streetwear Indonesia tersebut.
Dengan memanfaatkan jaringan global DHL Express, M56 mampu melewati berbagai kompleksitas perdagangan internasional, memastikan produk techwear mereka yang detail bisa sampai ke penggemar di New York atau Tokyo semudah pengiriman ke Jakarta. Keandalan ini membuat Rajaya dan timnya tidak lagi pusing memikirkan supply chain, sehingga bisa fokus pada hal yang paling mereka kuasai: berkarya.
"Hubungan kami dengan DHL sudah hampir lima tahun dan mereka menjadi partner utama dalam mengamankan supply chain global kami,” ujar Rajaya. “Kerja sama ini membuat kami bisa fokus penuh pada perkembangan kreatif M56, karena logistik kami ditangani oleh ahlinya."
Kolaborasi: Membayangkan Ulang "Future Courier"
Inovasi sering muncul dari pertemuan dua dunia yang berbeda. Kolaborasi DHL Express x Machine56 adalah “tabrakan dua dunia” (collisions of worlds) yang membayangkan masa depan kurir DHL melalui sudut pandang estetika cyberpunk.
Konsepnya merupakan bentuk apresiasi untuk para pahlawan logistik yang sering tidak terlihat (a tribute to the unsung heroes of logistics)—para kurir di balik van kuning DHL. M56 mengambil identitas visual ikonik DHL (warna merah, kuning, dan elemen airway bill) lalu menggabungkannya dengan siluet streetwear industrial khas mereka.
Hasilnya adalah capsule collection edisi terbatas berisi apparel fungsional untuk penggunaan sehari-hari. Item utamanya meliputi jaket teknikal, pullover, lanyard, dan messenger bag—yang menurut Rajaya menjadi item paling memuaskan untuk didesain.
"Kami ingin membuktikan bahwa layanan global bisa diubah menjadi estetika yang bisa dipakai, menjembatani fungsi industrial dengan streetwear,” kata Rajaya. “Ini tentang menggabungkan dua visi yang berbeda untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Bagi saya, inovasi terjadi saat dua disiplin yang berbeda dipaksa bertemu."
Dibuat di Indonesia, Mendunia Bersama DHL Express
Kolaborasi antara DHL Express dan brand fashion M56 menjadi sinyal penting bagi seluruh industri kreatif Indonesia. Ini membuktikan bahwa produk “Made in Indonesia” mampu bersaing di level tertinggi dalam hal inovasi dan desain.
Dengan menggabungkan kreativitas lokal yang berani dan “loud” dengan jangkauan global DHL Express, M56 berhasil menciptakan koleksi yang autentik, fungsional, dan pastinya keren. Kolaborasi ini juga mengingatkan bahwa dengan partner logistik yang tepat, tidak ada batas bagi bisnis Anda untuk berkembang ke pasar internasional.
Detil Peluncuran:
Tanggal Rilis: 6 Februari 2026
Waktu: 17:00 GMT+7
Ketersediaan: Seluruh dunia melalui Machine56.com
Baik Anda brand streetwear baru di Bandung maupun brand fashion yang sudah mapan dan ingin masuk ke pasar baru, strategi logistik adalah kunci untuk membuka pertumbuhan global.
Bergabunglah dengan brand Indonesia sukses seperti Machine56. Jangan lagi melihat logistik hanya sebagai pengiriman, tetapi sebagai aset strategis untuk bisnis Anda. Buka akun bisnis DHL Express sekarang.