#SaranBisnisKecil

Meracik Peluang Baru: 3 Pasar Global yang Sedang Tumbuh untuk Eksportir Kopi Indonesia

6 menit membaca
Biji kopi tumpah keluar dari cangkir putih.

Selama bertahun-tahun, eksportir kopi Indonesia banyak bergantung pada pembeli di Amerika Serikat dan Eropa. Pasar ini memang masih penting, tetapi ketergantungan berlebihan bisa membatasi pertumbuhan—rak ritel sudah penuh dan pembeli memiliki banyak pilihan dari Amerika Latin dan Afrika. Cerita besar di pasar kopi saat ini justru datang dari pusat konsumsi baru yang tumbuh cepat, didorong oleh konsumen muda, kelas menengah yang meningkat, dan pergeseran budaya ke arah kafe di negara-negara yang sebelumnya lebih akrab dengan teh atau minuman instan. 

Kabar baiknya, tren ini sangat menguntungkan bagi sektor ekspor kopi Indonesia. Dari Mandheling Sumatra yang earthy hingga kopi Sulawesi dengan karakter kompleks dan bernuansa rempah, profil Arabika dan Robusta Indonesia cocok dengan gelombang specialty dan lonjakan permintaan global. Bagi eksportir B2B, peluangnya bukan hanya menjual green bean, tetapi memposisikan asal kopi Indonesia sebagai pasokan yang andal dan berbeda bagi roaster dan jaringan kafe di wilayah yang sedang berkembang. 

Berikut tiga pasar yang layak ditargetkan, masing-masing dengan pendorong permintaan, perilaku harga, dan strategi masuk pasar yang berbeda.

1. Lonjakan Specialty di Asia Timur: Menangkap Selera Kopi di Tiongkok

Tiongkok dulu disebut “pasar masa depan”—sekarang sudah menjadi pasar nyata. Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup di kota-kota besar, terkait dengan budaya kerja dan bersosialisasi anak muda urban. Nilai pasar kopi Tiongkok diperkirakan mencapai USD 4,24 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan stabil satu digit menengah hingga akhir dekade.1

Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan oleh eksportir Indonesia di pasar ini. 

Pertama, tren konsumsi kopi di China sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan cepat jaringan kopi lokal. Merek seperti Luckin Coffeeberkembang agresif dan membuat kebiasaan minum kopi menjadi lebih sering, dengan harga yang terjangkau. Hal ini menciptakan permintaan volume yang sangat besar untuk pasokan Robusta yang konsisten dan Arabika komersial, yang sangat sesuai dengan keunggulan Indonesia dalam hal skala produksi—terutama jika ingin menjangkau konsumen milenial di Tiongkok.

Kedua, pasar kopi specialty di Tiongkok semakin luas. Konsumen masih dalam tahap mengenal karakter asal kopi (origin), sehingga single origin dengan cerita yang kuat menjadi sangat menarik. Profil kopi Indonesia—terutama Arabika dengan proses washed atau honey, bercita rasa cokelat dan rempah serta tingkat keasaman rendah—umumnya mudah diterima oleh konsumen yang sedang beralih dari minuman berbasis susu ke kopi yang lebih murni. 

Panduan strategi ekspor kopi ke Tiongkok

  • Utamakan keandalan dan konsistensi untuk pembeli jaringan kafe: Pastikan standar kadar air stabil, profil rasa yang bersih dan konsisten, serta jadwal pengiriman yang dapat diprediksi. Hal ini sangat penting bagi jaringan kopi besar di China yang membutuhkan pasokan rutin dalam jumlah besar.
  • Tawarkan lot pilihan untuk roaster kopi specialty: Micro-lot atau penawaran kopi dari daerah tertentu di Indonesia, lengkap dengan informasi asal, proses pasca-panen, dan ketertelusuran, sangat diminati oleh roaster kopi specialty di Tiongkok.
  • Pantau pergerakan harga dengan cermat: Pertumbuhan permintaan kopi di Tiongkok memengaruhi sentimen harga kopi di Asia, terutama untuk pasokan yang didominasi Robusta. Memahami indikator harga dan pergerakan tren kopi di masa mendatang, membantu eksportir Indonesia menentukan waktu kontrak yang tepat dan mengelola risiko fluktuasi harga.

2. ASEAN: budaya kafe yang berkembang pesat

Selain China, negara-negara ASEAN Tiger Cub diam-diam menjadi peluang pasar kopi yang sangat dinamis bagi Indonesia. Keunggulannya: jarak dekat, kedekatan budaya, dan lead time lebih singkat, sehingga produk bisa diuji lebih cepat dan hubungan bisnis dibangun dengan risiko lebih rendah dibanding pengiriman lintas benua.

Industri kopi Thailand telah berkembang jauh melampaui kopi instan. Konsumsi kopi dalam negeri mencapai titik tertinggi pada 2023 dan terus meningkat di 2024, dengan pertumbuhan sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya2. Kafe specialty dan merek minuman siap minum (RTD) premium mendorong permintaan akan biji kopi yang lebih berkualitas. Banyak roaster kopi di Thailand juga terbuka untuk sourcing dari negara-negara regional yang menawarkan kopi segar dan mudah ditelusuri asalnya. Kondisi ini menjadikan Arabika Indonesia dan espresso blend berbasis Robusta sangat cocok dengan tren menu Thailand yang didominasi minuman berbasis susu.

Filipina juga merupakan salah satu negara dengan konsumsi kopi terbesar di Asia. Selain konsumsi kopi instan yang tinggi, minat terhadap minuman ala kafe dan biji kopi sangrai juga tumbuh pesat. Kombinasi ini menciptakan peluang dua lapis: Robusta kualitas komersial untuk produsen kopi instan dan RTD, serta blend Arabika–Robusta dengan kualitas lebih tinggi untuk jaringan kafe dan roaster specialty. Bagi eksportir biji kopi Indonesia, ini merupakan peluang untuk memperbesar pangsa pasar di negara yang menghargai asal kopi dari kawasan terdekat serta harga yang kompetitif.

Panduan strategi ekspor kopi ke negara-negara ASEAN

  • Segmentasikan pembeli sejak awal: Pembeli kopi instan atau industri biasanya mengutamakan volume besar dan harga yang stabil, sementara roaster kopi lebih fokus pada cita rasa dan konsistensi kualitas. Memahami kebutuhan masing-masing segmen akan memudahkan penawaran yang tepat.
  • Jual keunggulan kesegaran dan kecepatan pengiriman: Jarak pengiriman yang lebih dekat antar-negara ASEAN membantu menjaga kualitas green bean tetap segar dan sekaligus menekan biaya penyimpanan.
  • Pertimbangkan kontrak berbasis hubungan jangka panjang: Di pasar regional, pasokan yang konsisten dan pengiriman yang fleksibel sering kali lebih dihargai dibandingkan transaksi spot satu kali. Membangun kerja sama jangka panjang dapat membuka peluang repeat order yang lebih stabil.

3. Gerbang emas Timur Tengah: memanfaatkan UEA sebagai hub perdagangan

Timur Tengah bukan hanya satu pasar, melainkan sebuah jaringan, dengan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai pusatnya. Dubai dan Abu Dhabi berada di persimpangan Eropa, Asia, dan Afrika, berfungsi sebagai kota dengan tingkat konsumsi tinggi sekaligus pusat re-ekspor ke berbagai negara. Pasar kopi specialty di kawasan ini berkembang pesat. Konsumsi kopi per kapita di UEA mencapai sekitar 1,36 kg pada 2023, dan nilai penjualan pasar kopi melampaui AED 1 miliar, dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 8,4% per tahun hingga 2029.3

Permintaan di UEA dan kawasan Teluk secara luas didorong oleh pergeseran ke arah kopi premium. Konsumen bersedia membayar lebih untuk kopi dengan cerita yang kuat, transparansi asal, serta lot terbatas atau yang memiliki karakter unik. Kepadatan kafe di kota-kota besar juga sangat tinggi, sehingga persaingan mendorong grup kafe untuk terus mencari asal kopi yang berbeda agar bisa menonjol. Daya tarik lain datang dari peran UEA sebagai hub re-ekspor, di mana satu hubungan pembeli yang kuat dapat membuka akses distribusi yang lebih luas ke negara-negara Teluk dan Afrika Utara.

Bagi eksportir kopi Indonesia, pasar ini sangat menarik untuk memosisikan Arabika bernilai tinggi dan Robusta specialty sebagai pembeda rasa di tengah persaingan yang ketat. Pasar ini juga memungkinkan margin yang lebih tinggi, sehingga membantu menyeimbangkan penjualan volume dengan margin rendah di pasar lainnya. 

Panduan Strategi Ekspor Kopi ke UEA

  • Tonjolkan cerita kopi specialty: Tekankan karakter terroir, metode pengolahan, serta dampak positif bagi petani dan komunitas.
  • Sediakan program sampel untuk roaster dan grup kafe: Di kawasan Teluk, membangun hubungan bisnis sering kali dimulai dari sesi cupping dan tasting.
  • Selaraskan kontrak dengan tren harga kopi dunia: Meskipun pasar premium, pembeli tetap memantau harga komoditas kopi dunia. Namun, mereka mengharapkan penjelasan nilai yang jelas untuk kopi dengan kualitas atau karakter khusus.

Ekspor biji kopi Anda ke pasar baru bersama DHL Express

Seorang karyawan DHL memuat paket ke bagian belakang van untuk diekspor.

Menargetkan pasar-pasar baru berarti menghadapi rute pengiriman yang lebih kompleks dan kebutuhan pembeli yang beragam. Di sinilah pemahaman dasar pengiriman internasional dan dukungan layanan logistik global yang kuat menjadi sama pentingnya dengan skor cupping kopi Anda.

Ikuti tiga praktik logistik berikut agar eksportir kopi Indonesia dapat berkembang dengan lebih lancar:

  • Jaga kualitas dari awal hingga akhir: GGunakan pelindung kelembapan, kantong berkatup untuk lot kecil, serta pastikan kebersihan dan standar palet yang ketat. Kondisi barang yang konsisten saat tiba di tujuan adalah kunci kepercayaan untuk mendapatkan pesanan ekspor biji kopi berulang.
  • Selalu siap dengan dokumen: Setiap negara memiliki aturan berbeda terkait fitosanitari, pelabelan, dan dokumen importir. Mengecek persyaratan sejak awal membantu mengurangi penundaan di perbatasan dan menjaga kesegaran kopi.
  • Bangun fleksibilitas dalam rencana pengiriman: Permintaan di pasar berkembang bisa melonjak tiba-tiba karena promosi atau tren musiman. Memiliki mitra logistik yang andal, dengan dukungan pengiriman cepat dan proses kepabeanan yang pasti, membantu Anda merespons permintaan tanpa kehilangan peluang penjualan.

Dengan DHL Express, eksportir kopi Indonesia mendapatkan akses ke jaringan udara internasional dengan waktu pengiriman pasti, visibilitas door-to-door, serta keahlian kepabeanan yang mengurangi risiko saat mengirim ke pasar yang tumbuh cepat namun beragam secara operasional. Dengan rute dan dokumen yang tepat, Anda dapat mengekspor kopi dari Indonesia dengan percaya diri—baik untuk pengiriman Robusta skala besar ke produsen ASEAN maupun micro-lot bernilai tinggi ke roaster di Dubai.

Intinya: peta konsumsi kopi global sedang berubah, begitu pula momentum permintaannya. Buka akun bisnis DHL Express hari ini untuk mempermudah ekspansi ke pasar internasional baru dan mengembangkan bisnis ekspor Anda.