#SaranLogistik

Panduan pajak impor ke Amerika Serikat

Bacaan 4 menit

Amerika Serikat merupakan salah satu pasar ekspor paling menjanjikan bagi bisnis Indonesia. Menurut Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (Office of the United States Trade Representative), total perdagangan barang antara AS dan Indonesia diperkirakan mencapai US$45,8 miliar pada tahun 2025, dan pertumbuhannya masih terus berlanjut¹.

Pada tahun yang sama, Amerika Serikat mengimpor sekitar US$34,7 miliar barang dari Indonesia, meningkat 23,8% dibandingkan tahun 2024. Hal ini menunjukkan permintaan yang kuat dan terus meningkat terhadap produk Indonesia di pasar Amerika1

Di saat yang sama, kondisi perdagangan juga terus berkembang. Kedua negara baru-baru ini menyepakati kerja sama perdagangan timbal balik, yang membuka peluang bagi beberapa produk Indonesia untuk mendapatkan tarif impor 0% saat masuk ke Amerika Serikat, turun dari tarif sebelumnya yang mencapai 19%².

Melihat peluang ini, Anda mungkin ingin memperkuat posisi bisnis Anda di pasar AS. Untuk melakukannya, Anda perlu memahami berbagai jenis pajak impor, pajak penjualan, serta kewajiban bea masuk lainnya saat mengirim barang ke Amerika. Memahami hal-hal ini sangat penting agar tetap patuh terhadap peraturan, menjaga margin keuntungan, dan menghindari keterlambatan yang dapat merugikan.

Dalam panduan ini, kami akan membahas semua hal yang perlu Anda ketahui tentang pajak impor dan biaya terkait lainnya agar Anda bisa memasuki pasar Amerika dengan lebih percaya diri.

1. Apa saja bea masuk dan pajak impor di Amerika Serikat?

Saat barang masuk ke Amerika Serikat, bisnis wajib membayar beberapa jenis bea dan pajak impor. Biaya ini digunakan oleh otoritas AS untuk mengatur arus barang, melindungi industri dalam negeri, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan. 

Jika Anda mengirim barang ke AS, berikut biaya yang biasanya akan dikenakan:

  • Tarif impor standar (HTS Duty): Dikenakan pada semua pengiriman komersial ke AS, dengan tarif mulai dari 0% hingga 37,5%. Sebagian besar barang konsumsi sehari-hari biasanya berada di kisaran 2,5% hingga 6%.
  • Tarif resiprokal (Reciprocal tariff): Tarif sebesar 10% yang dikenakan pada impor dari semua negara, berlaku sejak 24 Februari 2026 selama 150 hari3. Kebijakan ini muncul setelah keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif timbal balik IEEPA tahun 2025.
  • Biaya pemrosesan barang impor (Customs merchandise processing fee): Dikenakan pada sebagian besar impor ke AS untuk menutup biaya proses pemeriksaan dan administrasi. 
    • Barang di atas US$2.500: Biaya dihitung sebesar 0,3464% dari nilai barang, dengan batas minimum US$32,71 dan maksimum US$651,50 
    • Barang hingga US$2.500: Biaya tetap sebesar US$2,69 (jika dokumen dikirim secara elektronik) atau US$8,06 (jika manual).
  • Pajak cukai (Excise tax): Pajak federal yang dikenakan pada barang tertentu seperti alkohol, rokok, dan bahan bakar. Pajak ini biasanya dihitung berdasarkan jumlah barang, bukan nilai barang. Misalnya, sekitar US$1,01 per bungkus rokok isi 20 batang.

2. Bagaimana cara menghitung bea masuk ke Amerika Serikat?

Besarnya bea masuk ke AS ditentukan oleh nilai total barang yang Anda kirim dan klasifikasi produk berdasarkan Harmonized Tariff Schedule (HTS). Sistem HTS memberikan tarif bea masuk untuk hampir semua jenis produk yang masuk ke Amerika.

Berikut cara menghitungnya:

  1. Tentukan klasifikasi produk: Cari kode HTS produk Anda melalui database tarif resmi Komisi Perdagangan Internasional AS (US International Trade Commission).
  2. Tentukan nilai pabean (customs value) : Hitung total nilai barang yang Anda kirim, termasuk harga barang.
  3. Terapkan tarif bea masuk: Kalikan nilai pabean dengan tarif HTS yang berlaku untuk produk Anda.
  4. Hitung total biaya: Tambahkan biaya lain yang mungkin berlaku, seperti biaya pemrosesan barang impor atau pajak cukai.

Sebagai alternatif yang lebih cepat, Anda juga bisa menggunakan portal MyGTS dari DHL Express ntuk memperkirakan pajak impor ke AS dalam satu tempat, sehingga risiko kesalahan bisa dikurangi sebelum pengiriman dilakukan.

3. Bagaimana cara membayar bea masuk di Amerika Serikat?

Mulai Februari 2026, US Customs and Border Protection (CBP) sudah sepenuhnya menggunakan metode pembayaran elektronik untuk bea masuk dan proses refund. 

Anda bisa memilih beberapa metode berikut:

  • Layanan DHL Express Duty & Taxes Paid (DTP): Opsi DDP ini adalah salah satu cara paling mudah. Dengan layanan DTP (DDP), DHL akan membayar bea masuk ke AS terlebih dahulu atas nama Anda, lalu biayanya akan ditagihkan ke akun Anda. Cara ini membantu menghindari proses pembayaran di awal yang rumit.
  • Automated Clearing House (ACH): Cocok untuk eksportir dengan volume pengiriman tinggi dan memiliki rekening bank di Amerika. Melalui metode ini, CBP bisa langsung menarik dana dari rekening Anda (ACH Debit), atau Anda yang melakukan pembayaran langsung (ACH Credit).
  • eCBP atau Pay.gov: Ini adalah portal resmi milik CBP yang memungkinkan Anda membayar bea masuk dan biaya lainnya secara online, baik dengan kartu kredit maupun debit elektronik. Metode ini biasanya digunakan untuk pengiriman dengan nilai kecil (informal shipment).

 

Bagaimana cara mendapatkan pengembalian bea masuk?

Terkadang terjadi kelebihan pembayaran bea masuk atau pajak impor. Jika hal ini terjadi, CBP menyediakan proses refund. Untuk mengajukan refund, Anda perlu mendaftar ke sistem Automated Clearing House (ACH) dan mengirimkan data yang diperlukan, seperti nama lengkap dan informasi rekening bank.

Namun perlu diperhatikan, refund tidak dapat diajukan jika barang sudah dihancurkan atau sudah diekspor kembali.

 

seorang karyawan di bawah tangga

4. Apa itu pajak penjualan (sales tax)?

Berbeda dengan pajak impor yang dikenakan saat barang masuk ke Amerika Serikat, sales tax dikenakan saat barang dijual dan dibayar oleh pembeli di tempat barang tersebut digunakan. 

CBP tidak memungut sales tax di perbatasan. Pajak ini dipungut oleh masing-masing negara bagian di Amerika. Pada tahun 2026, tarif sales tax di tingkat negara bagian biasanya berada di kisaran 2,9% hingga 7,25%, dan di beberapa wilayah bisa ditambah pajak lokal dari kota atau wilayah/county⁵.

Pajak penjualan ini memengaruhi landed cost (biaya total sebenarnya yang harus dibayar pembeli di AS).Perhitungan landed cost yang akurat biasanya mencakup:

  • Bea masuk federal : Dibayar saat barang masuk ke Amerika Serikat.
  • Pajak penjualan (sales tax) negara bagian : Dikenakan saat barang dijual, dan besarnya berbeda-beda tergantung negara bagian dan lokasi.

Cara pemungutan sales tax juga tergantung pada cara Anda berjualan:

  • Marketplace: Jika Anda berjualan melalui platform seperti Amazon atau eBay, biasanya platform tersebut yang akan menghitung, memungut, dan menyetorkan sales tax secara otomatis atas nama Anda.
  • Direct-to-Consumer (Langsung ke Konsumen):Jika Anda menjual melalui website sendiri, maka tanggung jawab untuk menghitung, memungut, dan menyetorkan sales tax menjadi tanggung jawab Anda sebagai eksportir.

Bagaimana DHL Express dapat membantu Anda mengelola biaya impor ke AS?

Memahami biaya impor adalah langkah pertama, tetapi mengelolanya dengan baik adalah kunci untuk sukses di pasar Amerika. Jika Anda ingin memperluas bisnis ke AS, bekerja sama dengan partner logistik yang tepat seperti DHL Express bisa membuat prosesnya jauh lebih mudah.

Dengan pengalaman yang kuat di bidang kepabeanan dan jaringan global yang luas, DHL Express dapat membantu Anda memastikan kepatuhan impor dan proses pengiriman berjalan lancar. Misalnya, melalui portal MyGTS, Anda bisa menghitung bea masuk dan pajak impor ke AS dengan lebih mudah, sehingga Anda bisa mengetahui estimasi biaya total sebelum barang dikirim. 

Selain itu, tim spesialis DHL juga siap memberikan panduan terkait proses customs clearance dan dokumen yang dibutuhkan, sehingga Anda bisa mengekspor ke Amerika dengan lebih percaya diri.


Siap untuk pengalaman impor yang lebih mudah dan efisien? Buka akun DHL Express sekarang dan mulai kirim barang ke Amerika Serikat.