Bagaimana menghindari penolakan visual di bandara?
Sebagian besar keterlambatan pengiriman barang berbahaya terjadi saat pemeriksaan visual awal. Label yang miring atau stiker lama yang belum diperbarui bisa langsung memicu penahanan kargo. Pada tahun 2026, pemeriksa sangat fokus pada label bahaya Kelas 9 terbaru dan kekuatan kemasan.
Label Kelas 9: Anda wajib menggunakan versi terbaru dengan simbol kumpulan baterai dan angka 9.
Ukuran Nomor UN: Nomor UN harus terlihat jelas dengan ukuran huruf minimal 12 mm.
Kontak Darurat: Tanda Lithium Battery, wajib mencantumkan nomor telepon aktif 24/7.
Bahasa Lokal: Untuk hub seperti Bandara Soekarno-Hatta, label wajib menggunakan bahasa Inggris, namun dokumen pendukung untuk Bea dan Cukai mungkin perlu dalam Bahasa Indonesia.
Kemasan juga harus cukup kuat untuk menahan tekanan tumpukan di ruang kargo pesawat. Kami merekomendasikan penggunaan DHL Safety Box yang dirancang khusus untuk komponen seperti ini. Satu stiker yang hilang saja dapat menyebabkan denda sebesar Rp 86.000.000 atau lebih.
Bagaimana cara mengirim baterai Sodium-ion yang baru?
Tahun 2026 menjadi tahun penuh pertama baterai sodium-ion masuk dalam regulasi global. Walaupun umumnya lebih stabil dibanding baterai lithium, baterai ini tetap dikategorikan sebagai Barang Berbahaya Kelas 9.
Kode UN Baru: Gunakan UN 3551 untuk baterai yang dikirim terpisah dan UN 3552 untuk baterai yang dikirim bersama perangkat.
Dokumentasi: Deklarasi pengiriman harus secara jelas mencantumkan istilah “Sodium-ion” agar tidak menimbulkan kebingungan.
Laporan Keselamatan: Anda tetap memerlukan laporan pengujian setara UN38.3 untuk pengiriman ini.
Kepatuhan PI 978: Walaupun lebih stabil, Anda tetap wajib mengikuti instruksi pengemasan khusus.
Jaringan global kami sudah siap menangani klasifikasi baru ini. Saat bisnis Anda mulai menggunakan teknologi baterai generasi baru, kami membantu memastikan proses logistik tetap sejalan dengan perkembangan riset dan produksi Anda.