Di mana saja hub utama data center di Asia Pasifik?
Wilayah Asia Pasifik (APAC) terdiri dari kombinasi hub data center yang sudah mapan dan pasar baru yang berkembang pesat. Singapura masih menjadi pusat utama berkat konektivitas kabel bawah laut yang kuat serta fokus pada data center ramah lingkungan. Hub besar lainnya meliputi Tokyo dan Osaka untuk investasi AI, Sydney untuk kawasan Oseania, serta Hong Kong dengan konektivitasnya yang tinggi.
Saat ini, pertumbuhan juga semakin cepat di hub-hub baru yang berkembang. Kota-kota ini mulai menjadi lokasi penting untuk layanan cloud regional:
- Johor, Malaysia: Wilayah ini mengalami pertumbuhan besar sebagai dampak ekspansi dari Singapura, dengan banyak pembangunan kawasan pusat data (data centre) baru.
- Jakarta, Indonesia: Regulasi lokalisasi data mendorong tingginya permintaan domestik untuk kapasitas pusat data baru.
- Mumbai, India: Pertumbuhan konsumsi data yang sangat cepat memicu banyak proyek hyperscale berskala besar.
- Bangkok, Thailand: Mulai berkembang sebagai lokasi penting untuk layanan cloud regional dan infrastruktur AI.
Kawasan pertumbuhan SIJORI yang menghubungkan Johor, Singapura, dan Batam kini berkembang menjadi ekosistem terintegrasi bagi industri data center. Jaringan kami menghubungkan area-area utama ini untuk membantu memastikan siklus pembaruan infrastruktur Anda tetap berjalan sesuai jadwal.
Bagaimana Anda menangani proses kepabeanan untuk pengiriman hyperscale?
Dokumen yang tidak lengkap atau salah dapat menyebabkan keterlambatan di pelabuhan dan menimbulkan biaya besar. Kondisi ini bisa menyebabkan kerugian hingga ribuan dolar per hari akibat terganggunya produktivitas tim IT Anda. Karena itu, klasifikasi bea masuk dan pajak impor harus dipastikan benar sejak awal.
Layanan kepabeanan internal kami, yang dikenal sebagai PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan), membantu mengelola seluruh dokumen pengiriman Anda. Kami mendukung proses impor permanen maupun impor sementara menggunakan ATA Carnet jika diperlukan. Solusi ini cocok untuk peralatan demo atau kebutuhan pengujian sementara. Peraturan pajak di kawasan APAC juga terus berubah, sehingga pengelolaan yang tepat sangat penting:
- Dampak Pajak: Anda perlu memperhitungkan kewajiban pajak di Indonesia, termasuk PPN 11% dan PPh Pasal 22 Impor untuk barang impor. Kesalahan klasifikasi barang dapat menyebabkan peninjauan ulang oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea dan Cukai), sehingga biaya bea masuk dan pajak menjadi lebih tinggi dari perkiraan.
- Ketepatan Anggaran: Kesalahan kecil dalam perhitungan pajak dapat memengaruhi total anggaran proyek Anda. Beberapa produk elektronik juga mungkin memerlukan Laporan Surveyor (LS) atau laporan inspeksi sebelum pengiriman.
- Proses Digital Lebih Cepat: MyDHL+ memungkinkan Anda menyiapkan dan mengirim data ke otoritas terkait bahkan sebelum pesawat mendarat.