#SaranLogistik

Panduan Incoterms® untuk Usaha Kecil

Marcelo Godoy Rigobello
Marcelo Godoy Rigobello
VP Dukungan Pelanggan Global - Kepatuhan Bea Cukai & Perdagangan, DHL Express
6 menit membaca
Pesawat DHL
This article covers
Makna Incoterm®
Contoh aturan Incoterms®
Cara memilih Incoterm® yang tepat untuk pengiriman Anda

Berencana melakukan pengiriman internasional? Salah satu istilah yang sering muncul dalam perdagangan dan logistik global adalah Incoterms®. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu Incoterms®, arti setiap istilahnya, serta contoh penerapannya dalam pengiriman barang internasional. Anda juga akan mengetahui bagaimana Incoterms® dapat memengaruhi proses clearance Bea dan Cukai, biaya pengiriman, dan kelancaran ekspor-impor bagi bisnis Anda.  

Apa itu Incoterms®?

Incoterms® – atau International Commercial Terms (Syarat Perdagangan Internasional) – adalah seperangkat aturan perdagangan internasional yang ditetapkan oleh International Chamber of Commerce (ICC) untuk menstandarkan transaksi komersial di seluruh dunia.

Aturan Incoterms® diakui secara global dan digunakan dalam kontrak perdagangan internasional maupun domestik untuk pengiriman barang. Aturan ini membantu menjelaskan pembagian tanggung jawab antara penjual dan pembeli terkait biaya, risiko, serta asuransi kargo selama proses pengiriman.

Incoterms® terdiri dari serangkaian istilah perdagangan yang masing-masing diwakili oleh tiga huruf. Istilah-istilah ini mencerminkan praktik yang umum digunakan perusahaan saat menyusun kontrak jual beli barang..

Dengan menetapkan standar yang jelas dan seragam, Incoterms® membantu mengurangi potensi perselisihan antara pembeli dan penjual dalam perdagangan internasional.

Mengapa Incoterm® penting?

Dalam perdagangan global, Incoterms® memberikan beberapa manfaat, diantaranya:

  • Standarisasi aturan perdagangan internasional: Incoterms® menciptakan “bahasa bersama” yang digunakan dalam transaksi lintas negara. Karena semua pihak mengacu pada definisi dan aturan yang sama, risiko kesalahpahaman dan sengketa dapat diminimalkan.
  • Memperjelas tanggung jawab masing-masing pihak: Incoterms® menjelaskan secara rinci siapa yang bertanggung jawab atas pengaturan transportasi barang, asuransi kargo, prosedur ekspor dan impor, pembayaran bea masuk, pajak, dan biaya terkait lainnya serta titik perpindahan risiko dari penjual kepada pembeli.
  • Meningkatkan efisiensi perdagangan internasional: Dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang telah ditentukan secara jelas, komunikasi antara pembeli dan penjual menjadi lebih lancar. Hal ini dapat mempercepat proses transaksi, mengurangi hambatan administratif, dan mendukung kelancaran pengiriman barang lintas batas.

Memahami Incoterms®

  • Incoterms® dikelompokkan ke dalam dua kategori berdasarkan jenis transportasi yang digunakan. Terdapat tujuh Incoterms® yang dapat digunakan untuk semua moda transportasi, serta empat Incoterms® yang khusus digunakan untuk pengiriman melalui laut, pesisir, atau jalur perairan pedalaman. 
  • Setiap Incoterm® diwakili oleh singkatan tiga huruf yang menggambarkan pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli dalam transaksi perdagangan internasional. Istilah-istilah ini telah menjadi standar global yang digunakan perusahaan saat menyusun kontrak jual beli barang.

Berikut adalah definisi resmi masing-masing Incoterm® menurut International Chamber of Commerce (ICC). Dengan memahami setiap istilah, Anda dapat menentukan aturan perdagangan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis dan strategi pengiriman internasional Anda.

Tujuh Incoterm® untuk semua moda transportasi

DDP

DELIVERED DUTY PAID (DDP) berarti penjual menyerahkan barang kepada pembeli ketika barang telah tersedia untuk diterima oleh pembeli di lokasi tujuan yang telah ditentukan, sudah melalui proses impor (customs clearance impor), dan siap dibongkar dari alat transportasi yang digunakan. Dalam Incoterm® ini, penjual menanggung seluruh biaya dan risiko hingga barang tiba di lokasi tujuan yang disepakati, termasuk biaya transportasi, bea masuk, pajak impor, dan formalitas kepabeanan.Dengan kata lain, DDP memberikan tanggung jawab terbesar kepada penjual, karena proses pengiriman dianggap selesai ketika barang tiba di tujuan akhir.

DAP

DELIVERED AT PLACE (DAP) berarti penjual menyerahkan barang kepada pembeli ketika barang telah tiba di lokasi tujuan yang disepakati dan siap untuk dibongkar oleh pembeli. Penjual menanggung seluruh biaya dan risiko selama proses pengiriman hingga barang mencapai lokasi tujuan. Namun, pembeli bertanggung jawab atas proses impor, pembayaran bea masuk, pajak, dan pembongkaran barang. Dalam skema DAP, risiko berpindah dari penjual ke pembeli saat barang tersedia untuk dibongkar di tempat tujuan.

DPU

DELIVERED AT PLACE UNLOADED (DPU) berarti penjual menyerahkan barang kepada pembeli setelah barang tiba dan telah dibongkar dari alat transportasi di lokasi tujuan yang telah ditentukan. Penjual menanggung seluruh biaya dan risiko hingga proses pembongkaran selesai. Setelah barang dibongkar dan tersedia untuk pembeli, risiko beralih kepada pembeli. DPU merupakan satu-satunya Incoterm® yang mewajibkan penjual untuk mengatur dan menanggung proses pembongkaran di lokasi tujuan. Oleh karena itu, penjual harus memastikan memiliki kemampuan dan sumber daya untuk mengorganisir pembongkaran tersebut. Apabila kedua pihak tidak menginginkan penjual menanggung biaya dan risiko pembongkaran, maka penggunaan DAP biasanya lebih sesuai.

EXW

EX WORKS (EXW) berarti penjual memenuhi kewajibannya ketika barang telah tersedia untuk diambil oleh pembeli di lokasi yang telah ditentukan, seperti pabrik, gudang, atau fasilitas milik penjual. Dalam skema ini penjual hanya menyediakan barang di lokasi yang disepakati, penjual tidak berkewajiban memuat barang ke kendaraan pengangkut, penjual umumnya tidak berkewajiban mengurus formalitas ekspor. Karena sebagian besar tanggung jawab dan risiko berada di pihak pembeli, EXW sering dianggap sebagai Incoterm® dengan kewajiban paling minimal bagi penjual.

FCA 

FREE CARRIER (FCA) berarti penjual menyerahkan barang kepada pengangkut (carrier) atau pihak lain yang ditunjuk pembeli. Penyerahan dapat terjadi dalam dua situasi:

  1. Di lokasi penjual. Barang dianggap telah diserahkan ketika dimuat ke kendaraan yang diatur oleh pembeli. 
  2. Di lokasi lain yang disepakati. Barang dianggap telah diserahkan setelah diangkut oleh penjual ke lokasi tersebut dan siap untuk dibongkar serta diserahkan kepada pengangkut yang ditunjuk pembeli. 

Titik penyerahan yang dipilih menjadi momen perpindahan risiko dan biaya dari penjual kepada pembeli.

CPT

CARRIAGE PAID TO (CPT) secara resmi berarti bahwa penjual menyerahkan barang kepada pembeli—dan mengalihkan risiko atas barang tersebut—dengan menyerahkan barang kepada pengangkut (carrier) yang ditunjuk atau dikontrak oleh penjual, atau dengan menyediakan barang yang telah diserahkan dengan cara tersebut. Penjual dapat melakukan penyerahan ini dengan menyerahkan barang secara fisik kepada pengangkut, sesuai dengan cara dan lokasi yang tepat berdasarkan moda transportasi yang digunakan. Setelah barang diserahkan kepada pengangkut, penjual tidak menjamin bahwa barang akan tiba di tempat tujuan dalam kondisi baik, dalam jumlah yang sesuai, atau bahkan tiba sama sekali. Hal ini karena risiko kehilangan atau kerusakan barang beralih dari penjual kepada pembeli pada saat barang diserahkan kepada pengangkut. Meskipun demikian, penjual tetap berkewajiban untuk membuat kontrak pengangkutan dan membayar biaya transportasi dari lokasi penyerahan hingga tujuan akhir yang telah disepakati.

CIP

CARRIAGE AND INSURANCE PAID TO (CIP) secara resmi berarti bahwa penjual menyerahkan barang kepada pembeli — dan mengalihkan risiko — dengan menyerahkan barang tersebut kepada pengangkut (carrier) yang dikontrak oleh penjual, atau dengan menyediakan barang yang telah diserahkan dengan cara tersebut. Penjual dapat melakukannya dengan menyerahkan barang secara fisik kepada pengangkut di tempat dan dengan cara yang sesuai dengan moda transportasi yang digunakan. Setelah barang diserahkan kepada pengangkut, penjual tidak menjamin bahwa barang akan tiba di tempat tujuan dalam kondisi baik, dalam jumlah yang sesuai, atau bahkan tiba sama sekali. Hal ini karena risiko beralih dari penjual kepada pembeli pada saat barang diserahkan kepada pengangkut, bukan ketika barang mencapai tujuan akhir. Meskipun demikian, penjual tetap berkewajiban untuk mengatur dan membayar biaya pengangkutan hingga lokasi tujuan yang telah disepakati. 

Empat Incoterm® untuk transportasi laut dan jalur transportasi perairan darat

FAS

FREE ALONGSIDE SHIP (FAS) berarti penjual menyerahkan barang kepada pembeli ketika barang telah ditempatkan di samping kapal (misalnya di dermaga atau tongkang) yang ditunjuk oleh pembeli di pelabuhan muat yang telah disepakati, atau ketika penjual menyediakan barang yang telah diserahkan dengan cara tersebut. Risiko kehilangan atau kerusakan barang beralih dari penjual kepada pembeli saat barang telah berada di samping kapal. Sejak saat itu, seluruh biaya dan risiko menjadi tanggung jawab pembeli.

FOB

FREE ON BOARD (FOB) berarti penjual menyerahkan barang kepada pembeli ketika barang telah dimuat ke atas kapal yang ditunjuk oleh pembeli di pelabuhan muat yang telah disepakati, atau ketika penjual menyediakan barang yang telah diserahkan dengan cara tersebut. Risiko kehilangan atau kerusakan barang beralih dari penjual kepada pembeli ketika barang sudah berada di atas kapal. Sejak saat itu, seluruh biaya dan risiko selanjutnya menjadi tanggung jawab pembeli.

CFR

COST AND FREIGHT (CFR) secara resmi berarti bahwa penjual menyerahkan barang kepada pembeli ketika barang telah dimuat ke atas kapal, atau menyediakan barang yang telah diserahkan dengan cara tersebut. Risiko kehilangan atau kerusakan barang beralih kepada pembeli saat barang berada di atas kapal. Dengan demikian, kewajiban penjual untuk melakukan penyerahan dianggap telah terpenuhi, terlepas dari apakah barang tiba di tujuan dalam kondisi baik, dalam jumlah yang sesuai, atau bahkan tiba sama sekali. Dalam skema CFR, penjual mengatur dan membayar biaya pengangkutan hingga pelabuhan tujuan yang disepakati. Namun, penjual tidak berkewajiban menyediakan asuransi kargo. Oleh karena itu, pembeli umumnya disarankan untuk mengatur perlindungan asuransi sendiri.

CIF

COST, INSURANCE AND FREIGHT (CIF) secara resmi berarti bahwa penjual menyerahkan barang kepada pembeli ketika barang telah dimuat ke atas kapal, atau menyediakan barang yang telah diserahkan dengan cara tersebut. Risiko kehilangan atau kerusakan barang beralih kepada pembeli saat barang berada di atas kapal. Dengan demikian, kewajiban penjual untuk melakukan penyerahan dianggap telah terpenuhi, terlepas dari apakah barang tiba di tujuan dalam kondisi baik, dalam jumlah yang sesuai, atau bahkan tiba sama sekali. 

Memilih Incoterm® yang tepat untuk transaksi internasional Anda

Bagi UKM yang menjual produk ke pelanggan di luar negeri, penting untuk memahami berbagai definisi Incoterms® dan menyepakati Incoterms® yang paling sesuai dengan pembeli sebelum transaksi dilakukan. Pemilihan Incoterms® yang tepat dapat membantu memperjelas pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara kedua belah pihak, sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman selama proses pengiriman internasional.

Untuk mempelajari Incoterms® lebih lanjut, kunjungi situs resmi International Chamber of Commerce (ICC) yang menyediakan penjelasan lengkap mengenai aturan Incoterms® serta publikasi resmi Incoterms® 2020. Anda juga dapat mengikuti pelatihan online mengenai aturan Incoterms® 2020 melalui ICC Academy untuk memperdalam pemahaman Anda tentang perdagangan internasional.

Selain itu, DHL juga telah menyiapkan panduan Incoterms® untuk membantu Anda memahami perbedaan antara masing-masing istilah dan memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Silakan lihat tautan di bawah ini:

 

 

Penafian (Disclaimer)

  • Artikel ini dibuat sebagai panduan ringkas untuk membantu Anda memahami aturan Incoterms® yang umum digunakan dalam kontrak perdagangan internasional maupun domestik di berbagai negara..
  • “Incoterms®” merupakan merek dagang terdaftar milik International Chamber of Commerce (ICC). 
  • Untuk informasi lebih lengkap mengenai aturan Incoterms®, silakan kunjungi situs resmi International Chamber of Commerce (ICC). Di sana, Anda juga dapat memperoleh publikasi resmi Incoterms® 2020.  
  • Daftar pelatihan online tentang aturan Incoterms® 2020 di ICC Academy.
  • Meskipun kami telah berupaya memastikan bahwa informasi dalam artikel ini diperoleh, disusun, dan diolah dari sumber yang kami yakini tepercaya, kami tidak memberikan jaminan, baik secara tersurat maupun tersirat, terkait keakuratan, kecukupan, kelengkapan, legalitas, keandalan, maupun kegunaan informasi tersebut. Seluruh informasi dalam artikel ini disediakan sebagaimana adanya (“as is”). Dalam kondisi apa pun, DHL Express, afiliasi atau perusahaan yang berada di bawah DHL Group, maupun mitra, agen, dan karyawannya tidak bertanggung jawab atas keputusan atau tindakan apa pun yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini. DHL juga tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung, tidak langsung, khusus, konsekuensial, atau kerugian serupa lainnya yang mungkin timbul, meskipun telah diberitahukan mengenai kemungkinan terjadinya kerugian tersebut.

Untuk pengiriman internasional yang mudah, buka Akun Bisnis DHL Express.

Buka Akun Sekarang