Dengan ketentuan pengiriman DAP (Delivered at Place), pelanggan harus mengurus sendiri proses bea cukai, termasuk pembayaran bea masuk dan pajak impor sebelum barang dapat diterima. Proses ini sering menyebabkan keterlambatan pengiriman dan menambah langkah yang tidak diharapkan oleh pelanggan.
Bagi pelanggan yang sudah membayar penuh saat checkout, munculnya biaya tambahan saat barang tiba dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpuasan. Kondisi ini berisiko mengurangi kepercayaan pelanggan, memengaruhi pengalaman belanja lintas negara, dan berdampak pada reputasi bisnis Anda.
Bagaimana proses kepabeanan DAP bagi pelanggan Anda?
Dalam pengiriman dengan skema DAP (Delivered at Place), pelanggan perlu menyelesaikan sendiri proses kepabeanan sebelum barang dapat diterima. Agar proses ini berjalan lancar, diperlukan dokumen dan persyaratan yang lengkap sejak awal. Sayangnya, banyak pelaku bisnis baru menyadari pentingnya persiapan tersebut setelah terjadi keterlambatan atau masalah dalam pengiriman.
Persyaratan registrasi untuk pengiriman DAP
Sebagai eksportir dari Indonesia, Anda perlu memiliki izin dan registrasi yang sesuai untuk memenuhi ketentuan yang berlaku. Hal ini mencakup Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai). Selain memenuhi ketentuan di Indonesia, penting juga untuk memahami aturan impor di negara tujuan. Sebagai contoh, untuk pengiriman ke Amerika Serikat, terdapat batas nilai de minimis sebesar USD 800, yang memungkinkan banyak kiriman bernilai rendah masuk tanpa dikenakan bea masuk. Sementara itu, untuk pengiriman ke Uni Eropa, perusahaan mungkin perlu mendaftar ke sistem Import One-Stop Shop (IOSS) untuk mengelola PPN (VAT) atas barang bernilai rendah, sehingga proses impor menjadi lebih mudah bagi pelanggan.
Mengapa DDP Dapat Membantu Memperlancar Pengiriman Internasional
Bahkan dengan dokumen yang lengkap, pengiriman internasional tetap dapat menghadapi kendala akibat faktor eksternal seperti cuaca buruk, gangguan operasional, atau lonjakan volume pengiriman. Di Indonesia, kondisi ini sering terjadi menjelang Lebaran, ketika peningkatan aktivitas mudik dapat memengaruhi kapasitas pelabuhan, bandara, dan jaringan distribusi.
Dengan Delivered Duty Paid (DDP), bea masuk dan pajak impor telah dibayarkan sebelum barang tiba di negara tujuan. Hal ini membantu mempercepat proses bea cukai (customs clearance) karena tidak ada lagi pembayaran yang perlu diselesaikan oleh penerima, sehingga risiko keterlambatan pengiriman dapat diminimalkan.
Bagaimana DDP membantu meningkatkan konversi penjualan?
DDP (Delivered Duty Paid) memudahkan pelanggan internasional mengetahui total biaya pembelian sejak awal. Seluruh biaya pengiriman, bea masuk, dan pajak sudah diperhitungkan saat checkout, sehingga pelanggan tidak perlu menghadapi tagihan tak terduga saat barang tiba.
Transparansi biaya seperti ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, mengurangi cart abandonment, dan membantu mendorong lebih banyak transaksi berhasil dalam penjualan lintas negara.
Perbandingan DAP dan DDP
Berikut perbandingan sederhana antara kedua ketentuan pengiriman tersebut:
Ketentuan Pengiriman
| Siapa yang Membayar Bea Masuk dan Pajak?
| Dampak pada Pelanggan
|
|---|
DAP (Delivered at Place)
| Pelanggan/Penerima
| Pelanggan dapat menghadapi biaya impor yang tidak terduga, sehingga berisiko menolak paket atau merasa kecewa dengan pengalaman pembelian.
|
DDP (Delivered Duty Paid)
| Penjual/Pengirim
| Seluruh biaya sudah jelas sejak checkout, sehingga proses pengiriman lebih nyaman dan transparan bagi pelanggan.
|
Satu paket dengan skema DAP yang ditolak pelanggan dapat menyebabkan kerugian lebih dari Rp 895.000 akibat biaya pengiriman balik dan hilangnya margin keuntungan. Risiko ini semakin tinggi selama periode belanja besar seperti Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), ketika volume pesanan meningkat dan pelanggan mengharapkan proses pengiriman yang cepat, transparan, dan tanpa kendala.
Tentukan Harga Jual dengan Lebih Percaya Diri Menggunakan MyDHL+
Sebelum melakukan pengiriman internasional, MyDHL+ membantu Anda memperkirakan bea masuk dan pajak yang akan dikenakan di negara tujuan. Informasi ini memudahkan Anda menghitung total biaya pengiriman dan memasukkannya ke dalam strategi penetapan harga produk.
Dengan perencanaan biaya yang lebih akurat, Anda dapat menjaga margin keuntungan, mengurangi risiko biaya tak terduga, dan memberikan pengalaman pembelian yang lebih lancar bagi pelanggan karena mereka mengetahui total biaya sejak awal.