#SaranLogistik

DDP vs DAP: Hal yang Perlu Diketahui Setiap Penjual Online

Poin Penting

  • Biaya Lebih Jelas: Ketentuan pengiriman yang tepat membantu pelanggan memahami total biaya pembelian sejak awal.
  • Konversi Penjualan: Harga dengan skema Delivered Duty Paid (DDP) dapat membantu mengurangi pembatalan transaksi akibat biaya tambahan yang muncul saat pengiriman.
  • Kontrol yang Lebih Baik: Mengelola bea masuk dan pajak di awal memberikan visibilitas yang lebih jelas terhadap biaya pengiriman internasional.
  • Pengiriman Lebih Fleksibel: Fitur On Demand Delivery (ODD) memberi pelanggan kontrol lebih besar atas jadwal dan opsi pengiriman, sehingga mengurangi risiko pengiriman gagal.

Bayangkan pelanggan Anda sudah menyelesaikan pembayaran dan menantikan pesanan mereka tiba. Namun saat barang sampai di negara tujuan, mereka justru diminta membayar bea masuk dan pajak yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Banyak pelanggan memilih menolak biaya tersebut, sehingga barang harus dikembalikan dan bisnis Anda menanggung biaya tambahan.

Kondisi ini merupakan salah satu risiko yang sering terjadi pada pengiriman dengan skema DAP (Delivered at Place). Selain meningkatkan biaya logistik internasional, pengalaman yang kurang menyenangkan juga dapat memengaruhi kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis Anda.

 

Mengapa DAP sering menimbulkan kendala dalam proses pemenuhan pesanan?

Dengan ketentuan pengiriman DAP (Delivered at Place), pelanggan harus mengurus sendiri proses bea cukai, termasuk pembayaran bea masuk dan pajak impor sebelum barang dapat diterima. Proses ini sering menyebabkan keterlambatan pengiriman dan menambah langkah yang tidak diharapkan oleh pelanggan.

Bagi pelanggan yang sudah membayar penuh saat checkout, munculnya biaya tambahan saat barang tiba dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpuasan. Kondisi ini berisiko mengurangi kepercayaan pelanggan, memengaruhi pengalaman belanja lintas negara, dan berdampak pada reputasi bisnis Anda.

 

Bagaimana proses kepabeanan DAP bagi pelanggan Anda?

Dalam pengiriman dengan skema DAP (Delivered at Place), pelanggan perlu menyelesaikan sendiri proses kepabeanan sebelum barang dapat diterima. Agar proses ini berjalan lancar, diperlukan dokumen dan persyaratan yang lengkap sejak awal. Sayangnya, banyak pelaku bisnis baru menyadari pentingnya persiapan tersebut setelah terjadi keterlambatan atau masalah dalam pengiriman.

Persyaratan registrasi untuk pengiriman DAP

Sebagai eksportir dari Indonesia, Anda perlu memiliki izin dan registrasi yang sesuai untuk memenuhi ketentuan yang berlaku. Hal ini mencakup Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai). Selain memenuhi ketentuan di Indonesia, penting juga untuk memahami aturan impor di negara tujuan. Sebagai contoh, untuk pengiriman ke Amerika Serikat, terdapat batas nilai de minimis sebesar USD 800, yang memungkinkan banyak kiriman bernilai rendah masuk tanpa dikenakan bea masuk. Sementara itu, untuk pengiriman ke Uni Eropa, perusahaan mungkin perlu mendaftar ke sistem Import One-Stop Shop (IOSS) untuk mengelola PPN (VAT) atas barang bernilai rendah, sehingga proses impor menjadi lebih mudah bagi pelanggan.

Mengapa DDP Dapat Membantu Memperlancar Pengiriman Internasional

Bahkan dengan dokumen yang lengkap, pengiriman internasional tetap dapat menghadapi kendala akibat faktor eksternal seperti cuaca buruk, gangguan operasional, atau lonjakan volume pengiriman. Di Indonesia, kondisi ini sering terjadi menjelang Lebaran, ketika peningkatan aktivitas mudik dapat memengaruhi kapasitas pelabuhan, bandara, dan jaringan distribusi.

Dengan Delivered Duty Paid (DDP), bea masuk dan pajak impor telah dibayarkan sebelum barang tiba di negara tujuan. Hal ini membantu mempercepat proses bea cukai (customs clearance) karena tidak ada lagi pembayaran yang perlu diselesaikan oleh penerima, sehingga risiko keterlambatan pengiriman dapat diminimalkan.

 

Bagaimana DDP membantu meningkatkan konversi penjualan?

DDP (Delivered Duty Paid) memudahkan pelanggan internasional mengetahui total biaya pembelian sejak awal. Seluruh biaya pengiriman, bea masuk, dan pajak sudah diperhitungkan saat checkout, sehingga pelanggan tidak perlu menghadapi tagihan tak terduga saat barang tiba.

Transparansi biaya seperti ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, mengurangi cart abandonment, dan membantu mendorong lebih banyak transaksi berhasil dalam penjualan lintas negara.

Perbandingan DAP dan DDP

Berikut perbandingan sederhana antara kedua ketentuan pengiriman tersebut:

Ketentuan Pengiriman

Siapa yang Membayar Bea Masuk dan Pajak?

Dampak pada Pelanggan

DAP (Delivered at Place)

Pelanggan/Penerima

Pelanggan dapat menghadapi biaya impor yang tidak terduga, sehingga berisiko menolak paket atau merasa kecewa dengan pengalaman pembelian.

DDP (Delivered Duty Paid)

Penjual/Pengirim

Seluruh biaya sudah jelas sejak checkout, sehingga proses pengiriman lebih nyaman dan transparan bagi pelanggan.

Satu paket dengan skema DAP yang ditolak pelanggan dapat menyebabkan kerugian lebih dari Rp 895.000 akibat biaya pengiriman balik dan hilangnya margin keuntungan. Risiko ini semakin tinggi selama periode belanja besar seperti Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), ketika volume pesanan meningkat dan pelanggan mengharapkan proses pengiriman yang cepat, transparan, dan tanpa kendala.

Tentukan Harga Jual dengan Lebih Percaya Diri Menggunakan MyDHL+

Sebelum melakukan pengiriman internasional, MyDHL+ membantu Anda memperkirakan bea masuk dan pajak yang akan dikenakan di negara tujuan. Informasi ini memudahkan Anda menghitung total biaya pengiriman dan memasukkannya ke dalam strategi penetapan harga produk.

Dengan perencanaan biaya yang lebih akurat, Anda dapat menjaga margin keuntungan, mengurangi risiko biaya tak terduga, dan memberikan pengalaman pembelian yang lebih lancar bagi pelanggan karena mereka mengetahui total biaya sejak awal.

Bagaimana On Demand Delivery membantu meningkatkan pengalaman pelanggan

Dalam pengiriman internasional, paket yang gagal diterima pelanggan sering kali berujung pada keluhan dan ulasan negatif. Hal ini biasanya terjadi ketika pelanggan tidak berada di rumah atau tidak dapat menerima kiriman pada saat pengantaran dilakukan.

Dengan DHL On Demand Delivery (ODD), pelanggan dapat mengatur sendiri kapan dan di mana mereka ingin menerima paket. Fleksibilitas ini membantu meningkatkan keberhasilan pengiriman pada percobaan pertama, mengurangi potensi keluhan pelanggan, dan menjaga reputasi merek Anda di pasar global.

Bagaimana fleksibilitas pengiriman membantu mengurangi risiko pengembalian barang?

Opsi pengiriman yang fleksibel memberikan lebih banyak kontrol kepada pelanggan atas cara mereka menerima paket. Jika pelanggan tidak dapat berada di lokasi saat pengiriman dilakukan, mereka tetap memiliki berbagai pilihan tanpa harus menolak kiriman.

Pelanggan dapat memilih untuk menitipkan paket kepada tetangga, mengalihkan pengiriman ke titik layanan terdekat, atau menjadwalkan ulang waktu pengantaran. Dengan begitu, risiko pengembalian barang dapat berkurang, tingkat keberhasilan pengiriman meningkat, dan pengalaman pelanggan menjadi lebih baik.

Tiga cara ODD meningkatkan pengalaman pelanggan

Berikut beberapa manfaat DHL On Demand Delivery (ODD) bagi pelanggan Anda:

Choice

Pilihan yang Lebih Fleksibel: Pelanggan dapat memilih waktu dan lokasi pengiriman yang paling sesuai dengan jadwal dan kebutuhan mereka.

Visibility

Visibilitas yang Lebih Baik: Fitur pelacakan real-time sehingga pelanggan selalu mengetahui posisi paket mereka.

Reliability

Mengurangi kegagalan pengiriman: Dengan lebih banyak pilihan pengantaran, peluang paket berhasil diterima pada percobaan pertama menjadi lebih tinggi, sehingga pengalaman pelanggan semakin positif.

 

Permudah pengiriman internasional dengan DDP

Ketentuan pengiriman yang transparan membantu membangun kepercayaan pelanggan internasional dan melindungi reputasi bisnis Anda. Melalui layanan Duty Tax Paid (DTP), DHL Express membantu Anda menerapkan skema DDP (Delivered Duty Paid) dengan lebih mudah. Bea masuk dan pajak dapat dibebankan langsung kepada pengirim melalui invoice DHL Express, sehingga pelanggan tidak perlu membayar biaya tambahan yang tidak terduga saat barang tiba.

Hubungi tim DHL Express hari ini untuk mengetahui bagaimana solusi kami dapat membantu menciptakan pengalaman checkout lintas negara yang lebih lancar bagi pelanggan Anda.

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

DAP (Delivered at Place) berarti pembeli bertanggung jawab membayar bea masuk, pajak impor dan biaya kepabeanan saat barang kiriman tiba di negara tujuan. Sementara itu, DDP (Delivered Duty Paid) berarti penjual membayar biaya tersebut di muka, sehingga pelanggan cukup membayar satu harga final saat checkout tanpa biaya tambahan ketika barang diterima.

Dengan Delivered Duty Paid (DDP), pelanggan membayar satu harga final saat checkout tanpa biaya tambahan saat barang tiba. Transparansi ini membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan, mengurangi risiko penolakan paket, dan menciptakan pengalaman belanja lintas negara yang lebih nyaman.

Gunakan fitur estimasi pada MyDHL+ untuk mengetahui perkiraan bea masuk dan pajak di negara tujuan. Dengan informasi tersebut, Anda dapat memasukkan seluruh biaya ke dalam harga produk secara lebih akurat.

Dalam banyak kasus, ya. Karena bea masuk dan pajak sudah dibayarkan sebelumnya, proses customs clearance dapat berjalan lebih cepat tanpa menunggu pembayaran dari penerima.

Tidak selalu. Beberapa negara memiliki aturan pajak dan impor yang berbeda sehingga DAP mungkin lebih sesuai, khususnya untuk pengiriman bernilai besar atau kebutuhan industri. Selalu periksa persyaratan negara tujuan melalui MyGTS sebelum menentukan metode pengiriman.