#SaraneCommerce

Data ekspor Indonesia: 10 komoditas ekspor utama pada tahun 2026

5 menit membaca

Indonesia terus memperkuat perannya dalam perdagangan global. Hal ini didukung oleh tingginya permintaan komoditas, pesatnya pertumbuhan sektor manufaktur, serta meningkatnya fokus pada logistik yang berkelanjutan. Baik Anda menjalankan usaha kecil maupun bisnis ekspor yang sudah mapan, memahami perkembangan profil ekspor Indonesia dapat membantu Anda menemukan peluang baru, menjalin kemitraan strategis, dan memperluas pasar hingga ke luar Asia Tenggara.

Panduan ini membahas 10 komoditas ekspor utama Indonesia pada tahun 2026, termasuk nilai ekspor, pangsa pasar, dinamika pasar, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pengiriman internasional.

Sekilas: 10 komoditas ekspor utama Indonesia pada tahun 2026

Tabel di bawah ini memberikan gambaran singkat mengenai kategori ekspor terbesar Indonesia pada tahun 2025, berdasarkan data statistik dari Trading Economics.1

KomoditasNilai ekspor (2025)Pangsa pasar (%)

Bahan bakar mineral dan minyak

US$45,11 miliar

16.0%

Minyak hewani dan nabati

US$34,36 miliar

12.2%

Besi dan baja

US$27,97 miliar

9.9%

Mesin dan peralatan listrik

US$19,19 miliar

6.8%

Kendaraan

US$12,18 miliar

4.3%

Batu mulia dan logam

US$10,48 miliar

3.7%

Nikel

US$9,73 miliar

3.4%

Berbagai produk kimia lainnya

US$9,50 miliar

3.3%

Reaktor dan mesin nuklir

US$8,16 miliar

2.9%

Alas kaki

US$7,98 miliar

2.8%

Kategori-kategori berikut menunjukkan kekuatan industri Indonesia menjelang tahun 2026, terutama ketika permintaan global mulai bergeser ke arah energi terbarukan, bahan berkelanjutan, dan jalur rantai pasok yang lebih beragam.

1. Bahan bakar mineral dan minyak

Sektor bahan bakar mineral dan minyak masih menjadi salah satu pilar utama ekspor Indonesia, didukung oleh permintaan energi global yang tetap stabil.

Nilai ekspor: US$45,11 miliar
Pangsa pasar: 16.0%

Gambaran pasar
Bahan bakar mineral masih mendominasi ekspor Indonesia, terutama melalui pengiriman batu bara dan gas alam cair (LNG). Walaupun banyak negara mulai beralih ke energi terbarukan, permintaan dari negara yang masih berada dalam tahap transisi energi tetap tinggi.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Fluktuasi harga, regulasi lingkungan yang semakin ketat, serta meningkatnya tuntutan terhadap pengiriman yang lebih berkelanjutan menjadi tantangan. Namun, negara-negara berkembang yang ingin mendiversifikasi sumber impor energi tetap membuka peluang bagi eksportir Indonesia.

2. Minyak hewani dan nabati

Nilai ekspor: US$34,36 miliar
Pangsa pasar: 12.2%

Gambaran pasar
Indonesia masih menjadi pemimpin global dalam ekspor minyak kelapa sawit, dengan permintaan kuat dari industri makanan, kosmetik, dan biofuel.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Isu keberlanjutan dan transparansi rantai pasok semakin menjadi perhatian pembeli global. Eksportir yang menerapkan produksi bersertifikat dan praktik logistik berkelanjutan berpotensi mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

3. Besi dan baja

Nilai ekspor: US$27,97 miliar
Pangsa pasar: 9.9%

Gambaran pasar
Investasi besar dalam pembangunan fasilitas smelter telah mendorong ekspor besi dan baja Indonesia, menjadikannya bagian penting dari rantai pasok industri regional.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Potensi kelebihan pasokan dan perubahan tarif perdagangan global dapat memengaruhi harga. Namun, perusahaan manufaktur yang ingin mengurangi ketergantungan pada satu negara pemasok membuka peluang baru bagi eksportir Indonesia.

4. Mesin dan peralatan listrik

Nilai ekspor: US$19,19 miliar
Pangsa pasar: 6.8%

Gambaran pasar
Investasi asing langsung serta meningkatnya jumlah tenaga kerja terampil membantu Indonesia berkembang sebagai basis alternatif produksi barang elektronik.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Persaingan dengan pusat produksi elektronik yang sudah mapan masih menjadi tantangan. Namun, strategi diversifikasi dari merek global membuka peluang baru bagi eksportir Indonesia.

5. Kendaraan

Nilai ekspor: US$12,18 miliar
Pangsa pasar: 4.3%

Gambaran pasar
Indonesia semakin berkembang sebagai pusat manufaktur otomotif regional, mengekspor kendaraan kompak dan multi-purpose vehicles (MPV) ke berbagai pasar internasional.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Peralihan global menuju kendaraan listrik (EV) menjadi tantangan bagi produksi kendaraan konvensional. Namun, hal ini juga membuka peluang besar bagi pemasok yang mulai beralih ke komponen kendaraan listrik.

6. Batu mulia dan logam mulia

Nilai ekspor: US$10,48 miliar
Pangsa pasar: 3.7%

Gambaran pasar
Ekspor emas, perak, dan tembaga terus mendukung sektor ini di Indonesia, didorong oleh tingginya permintaan global untuk investasi.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Fluktuasi harga komoditas masih menjadi risiko utama. Eksportir yang memperkuat ketahanan logistik dan strategi penetapan harga dapat lebih siap menghadapi volatilitas pasar.

7. Nikel

Nilai ekspor: US$9,73 miliar
Pangsa pasar: 3.4%

Gambaran pasar
Sektor nikel Indonesia mendapat manfaat dari tingginya permintaan global untuk baterai kendaraan listrik (EV) dan komponen terkait baterai.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Pertimbangan lingkungan serta perubahan kebijakan produksi dapat memengaruhi output. Namun, permintaan jangka panjang yang terkait dengan adopsi kendaraan listrik tetap menjadi peluang besar.

8. Berbagai produk kimia lainnya

Nilai ekspor: US$9,50 miliar
Pangsa pasar: 3.3%

Gambaran pasar
Semakin banyak usaha kecil dan menengah (UKM) yang mulai memasuki pasar ekspor produk kimia, sehingga memperluas variasi produk ekspor Indonesia.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Regulasi global yang ketat terkait penanganan bahan kimia mengharuskan eksportir menjaga dokumentasi yang akurat dan standar keselamatan yang tinggi agar tetap kompetitif.

9. Reaktor dan mesin nuklir

Nilai ekspor: US$8,16 miliar
Pangsa pasar: 2.9%

Gambaran pasar
Kategori ini mencakup mesin khusus dan peralatan teknik yang digunakan dalam berbagai industri bernilai tinggi.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Persyaratan kepabeanan yang kompleks serta kebutuhan pengemasan khusus dapat memperlambat pengiriman. Eksportir yang mampu menyederhanakan proses logistik dapat mempercepat waktu masuk ke pasar..

10. Alas kaki

Nilai ekspor: US$7,98 miliar
Pangsa pasar: 2.8%

Gambaran pasar
Alas kaki tetap menjadi salah satu segmen ekspor yang stabil, didukung oleh ekosistem manufaktur Indonesia yang kuat serta kemitraan dengan merek global.

Tantangan dan peluang di tahun 2026
Persaingan biaya tenaga kerja dari negara tetangga menjadi tantangan. Namun, meningkatnya permintaan terhadap produk alas kaki yang diproduksi secara etis dan berkelanjutan membuka peluang diferensiasi bagi eksportir Indonesia.

Infografis - Statistik Menarik yang Belum Anda Ketahui Tentang Komoditas Ekspor Utama Indonesia

Pasar ekspor utama Indonesia

Komoditas ekspor utama Indonesia dikirim ke berbagai negara mitra dagang di seluruh dunia. Hal ini mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam perekonomian global. Berdasarkan data dari Trading Economics, beberapa tujuan ekspor utama Indonesia antara lain China, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Singapura. Dengan melayani pasar-pasar utama ini, Indonesia dapat memanfaatkan potensi besar perdagangan global dan mendorong pertumbuhan ekonominya.

Selain negara-negara tersebut, Indonesia juga mengekspor ke banyak negara lain. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun hubungan perdagangan internasional yang kuat. Dengan fokus pada kerja sama regional, Indonesia juga terus mempererat hubungan dagang dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN dan wilayah lainnya.

Bermitra dengan penyedia layanan terbaik untuk solusi ekspor yang lancar

Karyawan DHL Express mengirimkan paket besar

Sebagai pelaku penting dalam pasar ekspor Indonesia, memilih mitra pengiriman yang andal dan efisien sangat penting untuk memastikan komoditas Anda sampai ke tujuan tepat waktu dan dalam kondisi terbaik. DHL Express merupakan penyedia layanan logistik terkemuka bagi bisnis yang mengekspor komoditas utama Indonesia. Dengan keahlian yang luas, jaringan global yang kuat, dan komitmen tinggi terhadap kepuasan pelanggan, DHL Express siap mendukung kebutuhan ekspor Anda.

Melalui DHL Express, bisnis dapat memanfaatkan berbagai layanan seperti. Contohnya termasuk pengiriman door-to-door, bantuan proses kepabeanan (customs clearance), pelacakan pengiriman secara real-time. Layanan ini memberikan transparansi dan efisiensi sepanjang proses pengiriman, sehingga bisnis dapat lebih fokus pada kegiatan inti dan mengembangkan pasar internasional, sementara kami menangani pengiriman ekspor Anda secara profesional.

Baik Anda mengekspor minyak kelapa sawit maupun produk makanan seperti kopi, kami dapat memberikan pengalaman pengiriman yang cepat, aman, dan andal dari awal hingga akhir.

Siap memperluas bisnis dan memaksimalkan potensi ekspor Anda? Buka akun bisnis hari ini dan temukan bagaimana kami dapat membantu bisnis ekspor Anda berkembang di pasar global yang kompetitif.