Bagi banyak orang di Indonesia, Tahun Baru Imlek adalah momen perayaan dan kebersamaan keluarga. Namun bagi para manajer logistik, tim procurement, dan pemilik bisnis, periode ini justru menjadi salah satu momen paling menantang dalam perdagangan internasional setiap tahunnya.
Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Indonesia. Negara ini menjadi sumber utama bahan baku sekaligus tujuan ekspor terbesar untuk banyak produk jadi Indonesia. Ketika “pabrik dunia” ini tutup selama libur Imlek, dampaknya langsung terasa di seluruh nusantara.
Yang sering disalah pahami, gangguan ini bukan hanya terjadi saat hari libur saja. Dampak Imlek terhadap rantai pasok bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Beberapa minggu sebelum libur, terjadi lonjakan pengiriman karena semua pihak ingin kirim barang lebih cepat. Saat libur berlangsung, produksi benar-benar berhenti. Setelah libur pun, pabrik butuh waktu untuk kembali beroperasi normal karena harus memanggil kembali pekerja dan menyelesaikan tumpukan pesanan.
Bagi bisnis di Indonesia yang mengandalkan sistem "Just-in-Time" atau memiliki stok terbatas, periode ini sangat krusial. Tanpa perencanaan yang matang, kekurangan barang dan keterlambatan logistik bisa mengganggu operasional dan menimbulkan kerugian.
Dampak Tahun Baru Imlek terhadap Pengiriman dan Logistik di Indonesia
Karena ketergantungan yang tinggi pada manufaktur Tiongkok, maka ketika Tiongkok berhenti beroperasi, sebagian besar rantai pasok Indonesia ikut terdampak. Memahami bagaimana gangguan ini terjadi sangat penting agar bisnis bisa bersiap dan menghindari keterlambatan pengiriman selama periode Imlek.
Dampak pada rantai pasok: Impor terhenti
Dampak paling langsung adalah terhentinya pasokan barang penting. Mulai dari industri tekstil di Bandung yang membutuhkan kain, hingga produsen elektronik di Batam yang menunggu semikonduktor, banyak sektor sangat bergantung pada pasokan dari Tiongkok.
Saat pabrik di Tiongkok tutup, pengiriman pun berhenti. Bagi produsen di Indonesia, kondisi ini bisa menyebabkan produksi ikut berhenti jika stok cadangan tidak cukup. Tantangannya bukan hanya menunggu libur selesai, tetapi juga menunggu pabrik kembali beroperasi penuh dan menyelesaikan antrean pesanan yang menumpuk sebelum memproses pesanan Anda.
Dampak Tahun Baru Imlek pada Rantai Pasok: Tekanan Ekspor
Dari sisi ekspor, para eksportir Indonesia—baik yang mengirim furnitur dari Jepara, komoditas seperti minyak sawit, maupun produk makanan dan minuman—menghadapi tekanan kapasitas yang sangat tinggi.
Beberapa minggu sebelum libur Imlek, hampir semua pengirim barang berlomba-lomba mengirimkan produknya lebih awal. Akibatnya, kapasitas kapal cepat penuh dan sering terjadi kondisi yang disebut rolled cargo (muatan dipindahkan ke kapal berikutnya). Hal ini sering terjadi di pelabuhan utama seperti Tanjung Priok maupun pelabuhan transit internasional. Dampaknya, meskipun Anda sudah melakukan booking, tidak ada jaminan kontainer Anda benar-benar bisa berangkat sesuai jadwal saat periode sibuk ini.
Dampak Tahun Baru Imlek pada Rantai Pasok: Kepadatan Pelabuhan dan proses clearance Bea dan Cukai
Lonjakan volume pengiriman tidak hanya membuat kapal penuh, tetapi juga menyebabkan pelabuhan menjadi padat. Ketika volume barang meningkat drastis, risiko keterlambatan di proses clearance Bea dan Cukai juga ikut naik. Pada periode ini, kemungkinan barang mengalami pemeriksaan tambahan atau keterlambatan lebih besar, bukan karena ada masalah, tetapi karena sistem sedang menampung terlalu banyak barang sekaligus. Selain itu, jumlah petugas di pelabuhan dan pusat logistik biasanya berkurang selama musim liburan, sehingga antrean dan kemacetan pengiriman semakin parah.
Dampak "Tersembunyi" Tahun Baru Imlek bagi Bisnis di Indonesia
Keterlambatan pengiriman memang menjadi dampak yang paling terlihat saat Tahun Baru Imlek. Namun sebenarnya, efeknya tidak hanya dirasakan oleh industri logistik saja. Ada berbagai dampak “tersembunyi” yang bisa perlahan menggerus keuntungan bisnis di Indonesia.
Keterlambatan Pengiriman yang Dampaknya Meluas ke Luar Tiongkok
Pengiriman global bergantung pada perputaran kontainer secara terus-menerus. Ketika Tiongkok berhenti mengekspor selama beberapa minggu, aliran kontainer dari Tiongkok juga ikut berhenti. Akibatnya, jumlah kontainer kosong yang biasanya datang ke Indonesia untuk diisi barang ekspor menjadi berkurang. Artinya, meskipun Anda sudah punya pembeli di Eropa atau Amerika Serikat, dan pabrik Anda di Jawa sudah selesai produksi, bisa saja Anda kesulitan mendapatkan kontainer untuk mengirim barang tersebut. Ini contoh nyata bagaimana dampak Imlek di Tiongkok bisa menimbulkan efek domino hingga ke negara lain, termasuk Indonesia.
Lonjakan biaya pengiriman
Dalam kondisi kapasitas terbatas dan permintaan tinggi, harga biasanya ikut naik. Pada periode ini, perusahaan pelayaran sering menerapkan biaya tambahan yang disebut Peak Season Surcharge (biaya tambahan musim puncak). Bagi UMKM di Indonesia yang belum mengunci biaya logistik sejak awal, kenaikan tarif pengiriman ini bisa sangat memberatkan. Biaya pengiriman satu kontainer bisa melonjak drastis dan langsung memangkas margin keuntungan yang biasanya sudah tipis.
Penurunan Kualitas Produk dan Waktu Produksi Lebih Lama dari Pabrik di Tiongkok
Menjelang libur Imlek, banyak pabrik di Tiongkok bekerja di bawah tekanan besar untuk menyelesaikan pesanan sebelum para pekerja pulang kampung.
Dalam kondisi terburu-buru ini, ada risiko kualitas produk menurun karena proses produksi dipercepat atau ada tahap yang terlewat. Selain itu, dokumen untuk keperluan kepabeanan juga bisa disiapkan dengan tergesa-gesa. Kesalahan pada dokumen seperti daftar kemasan (packing list) atau sertifikat keterangan asal (COO, Country of Origin) dapat menyebabkan masalah hukum dan penundaan panjang saat proses clearance Bea dan Cukai di Indonesia. Akibatnya, waktu yang seharusnya bisa dihemat justru hilang karena harus mengurus perbaikan dokumen atau penahanan barang.
Bagaimana Layanan Kurir Ekspres Membantu Menghindari Keterlambatan Pengiriman Saat Imlek
Dengan berbagai tantangan tersebut, pertanyaannya adalah: bagaimana cara menghindari keterlambatan pengiriman saat Tahun Baru Imlek?
Salah satu jawabannya adalah dengan mendiversifikasi strategi logistik Anda. Jika pengiriman laut rentan terhadap kepadatan pelabuhan dan kekurangan kontainer, jaringan pengiriman udara ekspres bekerja dengan sistem yang berbeda. Bermitra dengan perusahaan global seperti DHL Express memberikan beberapa keunggulan untuk menjaga bisnis Anda tetap berjalan selama periode Imlek:
Ketahanan melalui jaringan khusus: Berbeda dengan pengiriman laut yang bergantung pada kapal besar dan bisa tertunda atau bahkan melewati pelabuhan tertentu saat terjadi gangguan, DHL Express mengoperasikan pesawat kargo khusus. Ketika jalur laut mengalami hambatan, jalur udara tetap menjadi alternatif yang lebih cepat dan fleksibel.
Keunggulan dalam kecepatan: Pengiriman ekspres dapat menjembatani “kesenjangan produksi” selama 3–4 minggu akibat penutupan pabrik di Tiongkok. Dengan waktu pengiriman hanya sekitar 3–5 hari, Anda bisa segera menghidupkan kembali lini produksi di Indonesia begitu pemasok di Tiongkok kembali beroperasi. Sementara itu, kompetitor Anda mungkin masih harus menunggu kiriman laut yang memakan waktu berminggu-minggu.
Keandalan Lebih Penting daripada Kapasitas: Selama periode Imlek, perusahaan pelayaran sering membatalkan jadwal keberangkatan kapal (blank sailing) untuk menekan biaya, sehingga rantai pasok menjadi semakin tidak pasti. Sebaliknya, layanan kurir ekspres menjaga jadwal penerbangan yang konsisten, sehingga memberikan kepastian dalam pengiriman dan membantu Anda tetap memenuhi komitmen kepada pelanggan.
Dampak Tahun Baru Imlek terhadap pengiriman adalah hal yang tidak bisa dihindari, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Namun, gangguan selama periode peak season ini hanya akan menjadi masalah besar jika bisnis tidak siap menghadapinya. Dengan memahami siklus penuh dampak Imlek, bisnis di Indonesia dapat mengambil langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran rantai pasok.
Buat akun bisnis dengan DHL Express hari ini dan mulai manfaatkan solusi pengiriman udara untuk menjaga rantai pasok Anda tetap bergerak selama periode Tahun Baru Imlek.