#PengirimanDenganDhl

Memahami Daftar “Barang Terbatas”: Apa Saja yang Tidak Bisa Dikirim

Poin Penting

  • Pahami perbedaannya: Penting untuk mengetahui perbedaan antara barang prohibited (dilarang total untuk dikirim) dan barang restricted (boleh dikirim tetapi membutuhkan izin atau persyaratan khusus).

  • Aturan Baru Baterai di tahun 2026: Regulasi baru pengiriman internasional di tahun 2026 mewajibkan banyak perangkat elektronik memiliki tingkat daya baterai atau State of Charge (SoC) tertentu sebelum dikirim.

  • Produk Kecantikan Bisa Termasuk Barang Berbahaya: Produk populer seperti parfum dan cat kuku termasuk cairan mudah terbakar, sehingga memerlukan penanganan khusus dan partner logistik yang terpercaya.

  • Pentingnya Memahami Regulasi Lokal: Keberhasilan pengiriman internasional sangat bergantung pada pemahaman aturan di negara tujuan, seperti kewajiban sertifikasi SNI untuk banyak produk elektronik yang masuk ke Indonesia agar tidak tertahan di pelabuhan seperti Tanjung Priok.

Dalam pengiriman internasional, memahami aturan barang terbatas di tahun 2026 dapat menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda secara global. Bagi bisnis di Indonesia, kesalahan kecil pada kandungan kimia produk atau jenis baterai dapat menyebabkan barang langsung ditahan oleh Bea dan Cukai sehingga dapat menimbulkan kerugian finansial yang besar. Kami membantu Anda mengenali risiko tersembunyi dalam katalog produk Anda, sehingga proses kepatuhan yang rumit dapat berubah menjadi keunggulan kompetitif bagi bisnis Anda.

Apa perbedaan antara barang terlarang (prohibited) dan barang terbatas (restricted)?

Barang terlarang (prohibited) adalah barang yang sepenuhnya dilarang masuk ke suatu negara dalam kondisi apa pun, biasanya karena alasan keamanan, hukum, atau kebijakan pemerintah. Sementara itu, barang terbatas (restricted) adalah barang yang sebenarnya masih boleh dikirim, tetapi harus memenuhi persyaratan tertentu, seperti memiliki izin khusus, mengikuti aturan pengemasan tertentu, atau menggunakan label khusus. Memahami perbedaan ini adalah langkah pertama untuk melindungi bisnis Anda dan menjaga keuntungan tetap aman.

Di DHL, kami tidak langsung mengatakan “tidak” untuk pengiriman yang rumit. Kami bekerja sama dengan Anda untuk mencari solusi agar produk tetap bisa dikirim dengan aman, termasuk membantu mengidentifikasi dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan. Berikut gambaran umum mengenai perbedaan kedua kategori tersebut.

Kategori

Status

Contoh

Persyaratan

Terlarang (Prohibited)

Tidak boleh dikirim

Barang palsu, obat-obatan terlarang, asbes

Dilarang sepenuhnya tanpa pengecualian

Terbatas (Restricted)

Boleh dengan syarat tertentu 

Barang antik, benih tanaman, alat kesehatan

Memerlukan izin atau sertifikat dari pemerintah, seperti SNI

Barang Berbahaya (Dangerous Goods)

Diatur secara khusus

Baterai lithium, parfum, aerosol

Harus mengikuti aturan pengemasan dan pelabelan IATA

Kesalahan dalam membedakan kategori barang ini dapat menyebabkan barang Anda disita dan dimusnahkan di perbatasan. Sebagai contoh, barang palsu selalu termasuk kategori prohibited sehingga pasti akan disita. Namun, komponen elektronik yang termasuk kategori restricted masih bisa lolos proses kepabeanan, jika Anda melengkapi sertifikat inspeksi pra-pengiriman yang diwajibkan.

 

Mengapa produk kecantikan saya dikategorikan sebagai Barang Berbahaya?

Banyak penjual e-commerce terkejut saat mengetahui bahwa produk terlaris mereka, seperti parfum dan cat kuku, sebenarnya dikategorikan sebagai dangerous goods atau barang berbahaya dalam proses pengiriman. Hal ini karena sebagian besar parfum premium berbahan dasar alkohol, sehingga masuk dalam klasifikasi UN 1266, yaitu Cairan Mudah Terbakar Kelas 3. Banyak cat kuku berbahan pelarut juga masuk dalam kategori serupa.

Kami memahami tantangan ini dan menyediakan solusi khusus untuk industri kecantikan agar produk-produk tersebut dapat dikirim dengan aman tanpa biaya yang berlebihan. Agar pengiriman sesuai dengan regulasi, berikut beberapa langkah penting yang perlu dilakukan:

  • Periksa Safety Data Sheet (SDS): Pastikan produsen menyediakan SDS terbaru yang mencantumkan titik nyala (flashpoint) produk dengan jelas.

  • Gunakan kemasan Limited Quantity: Gunakan wadah bagian dalam yang anti bocor dan kemasan luar yang kuat, khusus untuk cairan mudah terbakar.

  • Pasang label yang benar: Tempelkan label berlambang Limited Quantity berbentuk berlian dan tanda arah panah pada bagian luar kotak dengan jelas.

Bagaimana Cara Mengirim Elektronik dengan Baterai Lithium Secara Aman?

Aturan pengiriman perangkat elektronik kini menjadi lebih ketat mengikuti regulasi terbaru dari IATA. Mulai Januari 2026, aturan pengiriman udara mewajibkan banyak baterai lithium-ion dikirim dengan tingkat daya baterai (State of Charge / SoC) maksimal 30 persen. Ini menjadi persyaratan wajib untuk pengiriman internasional barang terbatas di tahun 2026.

MyDHL+ memiliki fitur battery wizard bawaan yang membantu Anda mengisi deklarasi wajib terkait baterai dengan lebih mudah. Fitur ini membantu memastikan Anda menggunakan nomor UN yang tepat untuk baterai yang terpasang di dalam perangkat maupun yang dikemas bersama perangkat. Berikut checklist kepatuhan baterai untuk tahun 2026:

  • Periksa SoC Baterai: Pastikan pabrik melakukan pengecekan bahwa daya baterai berada di bawah batas 30 persen sebelum produk dikemas.

  • Cek Kapasitas Watt-Hour: Pastikan apakah baterai Anda melebihi 100Wh, karena kapasitas ini akan mengikuti prosedur pengiriman yang lebih ketat.

  • Siapkan Dokumen Uji: Pastikan dokumen UN 38.3 Test Summary tersedia, karena pihak Bea dan Cukai dapat memintanya kapan saja selama proses clearance.

     

Larangan khusus apa saja yang perlu diperhatikan di APAC?

Aturan keselamatan global memang menjadi standar dasar, tetapi regulasi lokal di Indonesia memiliki pembatasan khusus yang membutuhkan pemahaman mendalam mengenai aturan setempat. Misalnya, impor elektronik bekas dan pakaian bekas sangat dibatasi untuk melindungi industri lokal dan konsumen. Selain itu, banyak kategori barang seperti elektronik dan mainan wajib memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai bukti bahwa produk memenuhi standar kualitas nasional. Proses ini harus diselesaikan sebelum barang dikirim. Untuk mendapatkan informasi terbaru, sebaiknya selalu memeriksa situs resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC / Bea dan Cukai).

Apakah saya bisa mengirim makanan atau suplemen kesehatan ke luar negeri?

Tantangan terbesar dalam pengiriman makanan dan suplemen adalah memenuhi regulasi pangan dan obat-obatan. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki aturan registrasi dan perizinan yang ketat untuk produk impor, termasuk obat tradisional dan suplemen kesehatan. Semua kandungan bahan harus disetujui dan dicantumkan dengan benar agar lolos pemeriksaan.

Tim spesialis kami memiliki pemahaman lokal untuk membantu memastikan pengiriman Anda tetap sesuai regulasi, terutama di Indonesia yang memiliki tantangan logistik antar-pulau yang kompleks. Jika Anda memiliki izin yang lengkap, kami membantu memastikan rantai keamanan pengiriman tetap terjaga dari asal hingga tujuan akhir. Saat mengirim produk makanan atau suplemen, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Sertifikat Produsen: Anda mungkin perlu menyediakan sertifikat analisis resmi atau pernyataan bahwa produk bebas dari kontaminan tertentu.

  • Transparansi Bahan: Semua bahan harus dicantumkan dengan jelas pada kemasan, sering kali dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, agar lolos audit BPOM.

  • Safety Data Sheet (SDS): Bea dan cukai dapat meminta SDS untuk memastikan produk tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Anda juga perlu memperhatikan pembatasan khusus di pasar tertentu, misalnya aturan ketat terhadap produk yang mengandung bahan turunan hewani tertentu. Perangkat My Global Trade Services (MyGTS) dapat membantu memeriksa apakah produk Anda sudah sesuai dengan regulasi impor terbaru di Indonesia.

 

Apa yang terjadi jika saya tidak sengaja mengirim barang terlarang?

Dalam perdagangan internasional, ketidaktahuan terhadap aturan tidak dapat dijadikan alasan hukum. Jika Anda mengirim barang yang termasuk kategori prohibited, barang tersebut biasanya akan disita oleh otoritas Bea dan Cukai serta dimusnahkan dengan biaya ditanggung oleh pengirim. Yang lebih serius, kesalahan dalam mendeklarasikan dangerous goods atau barang berbahaya dapat menyebabkan denda administratif yang nilainya jauh lebih besar dibanding harga barang itu sendiri.

Mulai tahun 2026, sanksi untuk kesalahan deklarasi barang berbahaya meningkat secara signifikan dan dapat mencapai ratusan juta Rupiah untuk setiap pelanggaran. Jumlah ini belum termasuk potensi biaya hukum maupun risiko penutupan permanen akun pengiriman Anda. Dengan pengalaman dan hubungan kerja yang tepercaya dengan otoritas lokal, kami membantu menjadi lapisan keamanan tambahan bagi bisnis Anda dengan mendeteksi potensi kesalahan sebelum paket dikirim ke luar negeri.

Bagaimana cara mengaudit katalog agar sesuai regulasi pengiriman?

Bagi bisnis yang ingin berkembang secara internasional, memiliki katalog produk yang siap diaudit adalah hal yang sangat penting. Kami menyarankan agar inventaris ditinjau setidaknya setiap tiga bulan sekali untuk menyesuaikan perubahan regulasi, baik global maupun di Indonesia. Gunakan checklist 3 langkah berikut untuk memastikan produk Anda siap diekspor:

  • Identifikasi Kode HS: Tentukan kode Harmonized System (HS Code) yang akurat untuk setiap produk agar dapat mengetahui tarif bea masuk dan pembatasan impor yang berlaku.

  • Periksa Barang Berbahaya: Tandai produk yang mengandung cairan, gas, atau baterai untuk dilakukan pemeriksaan keamanan tambahan bersama tim ahli kami.

  • Cek Pihak yang Dibatasi: Gunakan perangkat otomatisasi perdagangan untuk memastikan barang tidak dikirim ke individu, perusahaan, atau wilayah yang masuk daftar sanksi atau pembatasan perdagangan.

     

Apakah katalog produk Anda siap menghadapi perubahan regulasi di tahun 2027?

Memahami aturan mengenai barang terbatas (restricted items) tidak harus menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Dengan partner yang tepat dan memahami tantangan unik pasar Indonesia, proses kepatuhan yang rumit dapat berubah menjadi keunggulan kompetitif bagi bisnis Anda.

Hubungi spesialis DHL hari ini untuk melakukan audit katalog produk Anda dan membuka peluang ke pasar baru dengan lebih percaya diri.

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Barang restricted adalah produk yang memerlukan izin khusus, pengemasan tertentu, atau batas daya baterai tertentu agar dapat dikirim dengan aman ke luar negeri. Contohnya termasuk baterai lithium, parfum, dan beberapa suplemen kesehatan yang mengikuti aturan keselamatan terbaru tahun ini.

Tidak. Parfum biasanya termasuk kategori barang terbatas (restricted item) dan diklasifikasikan sebagai barang berbahaya (dangerous goods) karena mudah terbakar. Parfum tetap bisa dikirim secara internasional jika mengikuti aturan Limited Quantity (LQ) untuk pengemasan dan pelabelan, dan tim kami dapat membantu memandu prosesnya.

Mulai tahun 2026, banyak baterai lithium-ion wajib memiliki tingkat daya maksimal 30 persen saat dikirim melalui jalur udara. Aturan dari IATA ini dibuat untuk mengurangi risiko kebakaran selama pengiriman dan berlaku untuk sebagian besar perangkat elektronik konsumen.

Otoritas Bea dan Cukai Indonesia dapat menyita suplemen kesehatan jika mengandung bahan yang belum disetujui oleh BPOM atau tidak memiliki izin impor yang diwajibkan. Karena itu, penting untuk memeriksa regulasi lokal sebelum melakukan pengiriman.

Besaran denda dapat berbeda-beda, tetapi kesalahan deklarasi barang berbahaya di tahun 2026 dapat menyebabkan sanksi administratif yang sangat besar, bahkan mencapai ratusan juta Rupiah atau lebih. Selain itu, akun pengiriman Anda juga berisiko dibekukan atau ditangguhkan.