Apakah saya bisa mengirim makanan atau suplemen kesehatan ke luar negeri?
Tantangan terbesar dalam pengiriman makanan dan suplemen adalah memenuhi regulasi pangan dan obat-obatan. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki aturan registrasi dan perizinan yang ketat untuk produk impor, termasuk obat tradisional dan suplemen kesehatan. Semua kandungan bahan harus disetujui dan dicantumkan dengan benar agar lolos pemeriksaan.
Tim spesialis kami memiliki pemahaman lokal untuk membantu memastikan pengiriman Anda tetap sesuai regulasi, terutama di Indonesia yang memiliki tantangan logistik antar-pulau yang kompleks. Jika Anda memiliki izin yang lengkap, kami membantu memastikan rantai keamanan pengiriman tetap terjaga dari asal hingga tujuan akhir. Saat mengirim produk makanan atau suplemen, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Sertifikat Produsen: Anda mungkin perlu menyediakan sertifikat analisis resmi atau pernyataan bahwa produk bebas dari kontaminan tertentu.
Transparansi Bahan: Semua bahan harus dicantumkan dengan jelas pada kemasan, sering kali dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, agar lolos audit BPOM.
Safety Data Sheet (SDS): Bea dan cukai dapat meminta SDS untuk memastikan produk tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
Anda juga perlu memperhatikan pembatasan khusus di pasar tertentu, misalnya aturan ketat terhadap produk yang mengandung bahan turunan hewani tertentu. Perangkat My Global Trade Services (MyGTS) dapat membantu memeriksa apakah produk Anda sudah sesuai dengan regulasi impor terbaru di Indonesia.
Apa yang terjadi jika saya tidak sengaja mengirim barang terlarang?
Dalam perdagangan internasional, ketidaktahuan terhadap aturan tidak dapat dijadikan alasan hukum. Jika Anda mengirim barang yang termasuk kategori prohibited, barang tersebut biasanya akan disita oleh otoritas Bea dan Cukai serta dimusnahkan dengan biaya ditanggung oleh pengirim. Yang lebih serius, kesalahan dalam mendeklarasikan dangerous goods atau barang berbahaya dapat menyebabkan denda administratif yang nilainya jauh lebih besar dibanding harga barang itu sendiri.
Mulai tahun 2026, sanksi untuk kesalahan deklarasi barang berbahaya meningkat secara signifikan dan dapat mencapai ratusan juta Rupiah untuk setiap pelanggaran. Jumlah ini belum termasuk potensi biaya hukum maupun risiko penutupan permanen akun pengiriman Anda. Dengan pengalaman dan hubungan kerja yang tepercaya dengan otoritas lokal, kami membantu menjadi lapisan keamanan tambahan bagi bisnis Anda dengan mendeteksi potensi kesalahan sebelum paket dikirim ke luar negeri.