1 - Ekonomi Perdagangan, 2024
2 - Zonos, 2025
3 - Zonos, 2025
4 - Leksiologi, 14 Januari 2025
5 - Otoritas Pendapatan Dalam Singapura, 31 Oktober 2025
6 - Kantor Perpajakan Australia, 22 Oktober 2025
Bayangkan Anda adalah pemilik UKM di Indonesia yang mengirim dua kemeja batik yang sama—satu ke pelanggan di Australia dan satu lagi ke pembeli di Uni Eropa. Anehnya, paket ke Australia tiba tanpa bea masuk, sementara paket ke Eropa tertahan di Bea dan Cukai karena harus membayar PPN yang cukup besar. Kenapa bisa berbeda? Jawabannya ada pada aturan penting dalam pengiriman internasional yang disebut De Minimis.
De Minimis pada dasarnya adalah batas nilai impor yang ditetapkan oleh otoritas bea cukai suatu negara. Jika nilai kiriman berada di bawah batas tersebut, maka kiriman dianggap terlalu kecil untuk dikenakan pajak, sehingga dibebaskan dari bea masuk dan pajak.
Batas ini berbeda-beda di setiap negara. Dalam panduan ini, kita akan membahas apa arti aturan De Minimis bagi strategi ekspor Anda dan bagaimana cara mengoptimalkan biaya pengiriman internasional—bahkan ke negara dengan nilai De Minimis rendah atau nol seperti India, Thailand, dan Amerika Serikat.
Untuk memahami istilah ini, kita lihat dulu asal katanya. De Minimis berasal dari bahasa Latin “De minimis non curat lex,” yang berarti “hukum tidak mengurusi hal-hal yang sepele.” Dalam perdagangan internasional, prinsip ini digunakan untuk menetapkan ambang nilai impor. Jika nilai kiriman Anda berada di bawah ambang tersebut, maka bea cukai menganggapnya terlalu kecil untuk dipungut pajak, sehingga dibebaskan dari bea masuk.
Bagi eksportir Indonesia—terutama pelaku e-commerce dan B2C—aturan ini sangat penting. Mengirim barang di bawah batas De Minimis memungkinkan Anda menjual produk tanpa harus memasukkan biaya bea masuk ke dalam landed cost (total biaya sampai ke tangan pembeli). Selain itu, kiriman bernilai rendah biasanya tidak perlu melalui proses Formal Entry yang lebih rumit. Artinya dokumen lebih sedikit, proses clearance Bea dan Cukai lebih cepat, serta pengiriman sampai ke pelanggan Anda lebih cepat. Ini bisa menjadi keunggulan kompetitif bagi bisnis Anda di pasar internasional.
Memperbarui informasi tentang batas De Minimis sangat penting agar perhitungan landed cost tetap akurat. Tabel (tidak ditampilkan di sini) menunjukkan status De Minimis tahun 2026 untuk mitra dagang utama Indonesia, termasuk perubahan kebijakan terbaru.
Negara | Nilai Ekspor* | Nilai De Minimis |
China | US$68.7 Miliar | 0 CNY (bersyarat) |
Amerika Serikat | US$26.6 Miliar | Tidak Ada Pengecualian De Minimis |
Jepang | US$20.7 Miliar | 10.000 JPY (bersyarat) |
India | US$20.4 Miliar | Tidak Ada Pengecualian De Minimis |
Malaysia | US$12.5 Miliar | 500 MYR |
Singapura | US$12.2 Miliar | 400 SGD (bersyarat) |
Thailand | US$7.51 Miliar | Tidak Ada Pengecualian De Minimis |
Australia | US$4.97 Miliar | 1.000 AUD (bersyarat) |
Belanda | US$4.75 Miliar | 0 EUR |
Pakistan | US$3.52 Miliar | 0 USD |
Nilai ekspor berdasarkan data tahun 2024. Sumber: Trading Economics
Nilai de minimis per 29 Agustus 2025. Sumber: Zonos
Meskipun tabel di atas memberikan gambaran umum, penerapan aturan ini sering kali memiliki banyak detail. Nilai De Minimis tidak hanya berbeda di setiap negara, tetapi juga bisa berbeda tergantung pada jenis produk yang dikirim. Bahkan, ada beberapa negara yang menghapus menghapus fasilitas De Minimis sepenuhnya untuk kategori barang tertentu.
Jika banyak pasar besar sudah menghapus batas De Minimis, bagaimana caranya agar ekspor tetap menguntungkan? Berikut strategi praktis untuk menekan biaya dan menjaga margin saat kirim ke negara dengan De Minimis nol.
Delivery Duty Paid (DDP) berarti semua bea masuk dan pajak dibayar oleh pengirim sejak awal. Paket sampai ke pelanggan dalam kondisi sudah clear tanpa biaya tambahan..
Dengan nilai De Minimis di AS dan Thailand yang pada praktiknya sudah tidak berlaku untuk banyak jenis barang, penggunaan DDP (Delivered Duty Paid) menjadi sangat penting. DDP membantu mencegah pelanggan menerima tagihan “tak terduga” saat barang diantar. Pengalaman negatif seperti ini sering membuat pelanggan menolak paket dan pada akhirnya bisa merusak kepercayaan serta loyalitas terhadap brand.
Pembeli modern sangat menghargai kejelasan; biaya tersembunyi adalah penyebab utama mereka membatalkan keranjang belanja. Dengan menampilkan rincian Landed Cost secara lengkap—mulai dari harga produk, ongkir, hingga bea dan pajak—kepercayaan pelanggan meningkat dan tingkat konversi pengiriman internasional juga jauh lebih baik.
Penjual sebaiknya mengintegrasikan kalkulator pajak real-time di website mereka. Dengan menagihkan biaya terbaru tahun 2026 sejak awal—seperti biaya kepabeanan Uni Eropa atau pajak Low Value Goods 10% di Malaysia—pembeli langsung membayar saat checkout, sehingga proses pengiriman menjadi lebih lancar tanpa hambatan saat barang tiba.
Mengirim pesanan bernilai rendah satu per satu secara internasional bisa menimbulkan biaya administrasi yang menumpuk. Biaya per kiriman seperti ini akan cepat meningkatkan total biaya yang harus ditanggung oleh Anda atau pelanggan.
Untuk pasar dengan volume tinggi seperti AS, pertimbangkan mengirim barang dalam jumlah besar ke pusat fulfilment lokal. Dengan menggabungkan pembayaran bea masuk dalam satu dokumen impor komersial, biaya kepabeanan per paket bisa ditekan secara signifikan. Selain itu, pengiriman last-mile menjadi lebih cepat dan biaya logistik lebih efisien.
Meskipun tahun 2026 menandai berakhirnya pengiriman bebas pajak yang “mudah” di beberapa pasar utama, dampaknya terhadap profit Anda masih bisa diminimalkan. Eksportir Indonesia tetap dapat berkembang dengan memahami pentingnya persiapan yang strategis. Aturan De Minimis terus berubah, tetapi dengan mitra seperti DHL Express, Anda memiliki akses ke berbagai tools untuk menghitung landed cost dan menyiapkan dokumen impor yang diperlukan dengan benar.
Jangan biarkan kompleksitas kepabeanan menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Buka akun bisnis DHL Express sekarang untuk mendapatkan panduan dari para ahli serta solusi pengiriman yang andal agar bisnis global Anda tetap kompetitif..
1 - Ekonomi Perdagangan, 2024
2 - Zonos, 2025
3 - Zonos, 2025
4 - Leksiologi, 14 Januari 2025
5 - Otoritas Pendapatan Dalam Singapura, 31 Oktober 2025
6 - Kantor Perpajakan Australia, 22 Oktober 2025