#SaranLogistik

Penjelasan De Minimis dan Nilainya untuk Negara Tujuan Ekspor Populer dari Indonesia

Pemilik bisnis mempersiapkan pengiriman pakaian

Bayangkan Anda adalah pemilik UKM di Indonesia yang mengirim dua kemeja batik yang sama—satu ke pelanggan di Australia dan satu lagi ke pembeli di Uni Eropa. Anehnya, paket ke Australia tiba tanpa bea masuk, sementara paket ke Eropa tertahan di Bea dan Cukai karena harus membayar PPN yang cukup besar. Kenapa bisa berbeda? Jawabannya ada pada aturan penting dalam pengiriman internasional yang disebut De Minimis.

De Minimis pada dasarnya adalah batas nilai impor yang ditetapkan oleh otoritas bea cukai suatu negara. Jika nilai kiriman berada di bawah batas tersebut, maka kiriman dianggap terlalu kecil untuk dikenakan pajak, sehingga dibebaskan dari bea masuk dan pajak.

Batas ini berbeda-beda di setiap negara. Dalam panduan ini, kita akan membahas apa arti aturan De Minimis bagi strategi ekspor Anda dan bagaimana cara mengoptimalkan biaya pengiriman internasional—bahkan ke negara dengan nilai De Minimis rendah atau nol seperti India, Thailand, dan Amerika Serikat.

Apa Arti De Minimis bagi Eksportir Indonesia?

Untuk memahami istilah ini, kita lihat dulu asal katanya. De Minimis berasal dari bahasa Latin “De minimis non curat lex,” yang berarti “hukum tidak mengurusi hal-hal yang sepele.” Dalam perdagangan internasional, prinsip ini digunakan untuk menetapkan ambang nilai impor. Jika nilai kiriman Anda berada di bawah ambang tersebut, maka bea cukai menganggapnya terlalu kecil untuk dipungut pajak, sehingga dibebaskan dari bea masuk.

Bagi eksportir Indonesia—terutama pelaku e-commerce dan B2C—aturan ini sangat penting. Mengirim barang di bawah batas De Minimis memungkinkan Anda menjual produk tanpa harus memasukkan biaya bea masuk ke dalam landed cost (total biaya sampai ke tangan pembeli). Selain itu, kiriman bernilai rendah biasanya tidak perlu melalui proses Formal Entry yang lebih rumit. Artinya dokumen lebih sedikit, proses clearance Bea dan Cukai lebih cepat, serta pengiriman sampai ke pelanggan Anda lebih cepat. Ini bisa menjadi keunggulan kompetitif bagi bisnis Anda di pasar internasional.

Nilai De Minimis 2026 untuk 10 Negara Tujuan Ekspor TeratasUtama Indonesia

Memperbarui informasi tentang batas De Minimis sangat penting agar perhitungan landed cost tetap akurat. Tabel (tidak ditampilkan di sini) menunjukkan status De Minimis tahun 2026 untuk mitra dagang utama Indonesia, termasuk perubahan kebijakan terbaru.

Negara

Nilai Ekspor*

Nilai De Minimis 

China

US$68.7 Miliar

0 CNY (bersyarat)

Amerika Serikat

US$26.6 Miliar

Tidak Ada Pengecualian De Minimis 

Jepang

US$20.7 Miliar

10.000 JPY (bersyarat)

India

US$20.4 Miliar

Tidak Ada Pengecualian De Minimis 

Malaysia

US$12.5 Miliar

500 MYR

Singapura

US$12.2 Miliar

400 SGD (bersyarat)

Thailand

US$7.51 Miliar

Tidak Ada Pengecualian De Minimis 

Australia

US$4.97 Miliar

1.000 AUD (bersyarat)

Belanda

US$4.75 Miliar

0 EUR

Pakistan

US$3.52 Miliar

0 USD

Nilai ekspor berdasarkan data tahun 2024. Sumber: Trading Economics

Nilai de minimis per 29 Agustus 2025. Sumber: Zonos

Pengecualian De Minimis dan Ketentuannya di Setiap Negara

Meskipun tabel di atas memberikan gambaran umum, penerapan aturan ini sering kali memiliki banyak detail. Nilai De Minimis tidak hanya berbeda di setiap negara, tetapi juga bisa berbeda tergantung pada jenis produk yang dikirim. Bahkan, ada beberapa negara yang menghapus menghapus fasilitas De Minimis sepenuhnya untuk kategori barang tertentu.

  • Cina: Nilai De Minimis untuk e-commerce lintas negara secara teknis adalah 0 CNY, artinya pajak dan bea masuk umumnya berlaku untuk semua pengiriman komersial. Namun, ada pengecualian untuk kiriman pos pribadi dengan nilai di bawah 50 CNY yang bisa bebas pajak. Selain itu, impor e-commerce sering mendapatkan tarif pajak terintegrasi yang lebih rendah (biasanya sekitar 9,1%) jika masih dalam batas transaksi tertentu (misalnya 5.000 RMB per transaksi).2
  • Jepang: Ambang De Minimis adalah 10.000 JPY, tetapi dengan syarat yang ketat. Produk seperti tas kulit, pakaian rajut (misalnya kaos dan sweater), serta sepatu tidak termasuk dalam fasilitas bebas bea masuk ini.4 Jadi, barang-barang tersebut tetap dikenakan bea dan pajak meskipun nilainya di bawah 10.000 JPY.
  • Singapura: Nilai De Minimis di Singapura adalah 400 SGD, tetapi aturan GST terbaru mengubah mekanismenya. Untuk Low Value Goods (LVG) senilai 400 SGD atau kurang yang dikirim melalui udara atau pos, GST sekarang dipungut saat transaksi (di checkout) oleh penjual (jika terdaftar dalam skema Overseas Vendor Registration), bukan lagi saat barang masuk di perbatasan. Tujuannya agar bisnis lokal dan penjual luar negeri memiliki kondisi persaingan yang setara.
  • Australia: Ambang De Minimis adalah 1.000 AUD. Namun, melalui Vendor Collection Model, jika penjual luar negeri memiliki omzet tahunan ≥ 75.000 AUD dari penjualan ke Australia, mereka wajib memungut GST 10% saat transaksi untuk barang bernilai rendah. Artinya, meskipun bea masuk bisa tidak dikenakan di bawah 1.000 AUD, GST tetap sering berlaku.

Cara Mengoptimalkan Biaya Saat Pengiriman ke Negara dengan "Zero De Minimis"

Jika banyak pasar besar sudah menghapus batas De Minimis, bagaimana caranya agar ekspor tetap menguntungkan? Berikut strategi praktis untuk menekan biaya dan menjaga margin saat kirim ke negara dengan De Minimis nol.

Gunakan skema Delivery Duty Paid (DDP)

Delivery Duty Paid (DDP) berarti semua bea masuk dan pajak dibayar oleh pengirim sejak awal. Paket sampai ke pelanggan dalam kondisi sudah clear tanpa biaya tambahan..

Dengan nilai De Minimis di AS dan Thailand yang pada praktiknya sudah tidak berlaku untuk banyak jenis barang, penggunaan DDP (Delivered Duty Paid) menjadi sangat penting. DDP membantu mencegah pelanggan menerima tagihan “tak terduga” saat barang diantar. Pengalaman negatif seperti ini sering membuat pelanggan menolak paket dan pada akhirnya bisa merusak kepercayaan serta loyalitas terhadap brand.

Tampilkan Harga yang Transparan saat Checkout

Pembeli modern sangat menghargai kejelasan; biaya tersembunyi adalah penyebab utama mereka membatalkan keranjang belanja. Dengan menampilkan rincian Landed Cost secara lengkap—mulai dari harga produk, ongkir, hingga bea dan pajak—kepercayaan pelanggan meningkat dan tingkat konversi pengiriman internasional juga jauh lebih baik.

Penjual sebaiknya mengintegrasikan kalkulator pajak real-time di website mereka. Dengan menagihkan biaya terbaru tahun 2026 sejak awal—seperti biaya kepabeanan Uni Eropa atau pajak Low Value Goods 10% di Malaysia—pembeli langsung membayar saat checkout, sehingga proses pengiriman menjadi lebih lancar tanpa hambatan saat barang tiba.

Pengiriman Massal Langsung ke Gudang Lokal

Mengirim pesanan bernilai rendah satu per satu secara internasional bisa menimbulkan biaya administrasi yang menumpuk. Biaya per kiriman seperti ini akan cepat meningkatkan total biaya yang harus ditanggung oleh Anda atau pelanggan.

Untuk pasar dengan volume tinggi seperti AS, pertimbangkan mengirim barang dalam jumlah besar ke pusat fulfilment lokal. Dengan menggabungkan pembayaran bea masuk dalam satu dokumen impor komersial, biaya kepabeanan per paket bisa ditekan secara signifikan. Selain itu, pengiriman last-mile menjadi lebih cepat dan biaya logistik lebih efisien.

Menavigasi Era Pasca-De Minimis

Staf DHL memastikan pengiriman yang aman

Meskipun tahun 2026 menandai berakhirnya pengiriman bebas pajak yang “mudah” di beberapa pasar utama, dampaknya terhadap profit Anda masih bisa diminimalkan. Eksportir Indonesia tetap dapat berkembang dengan memahami pentingnya persiapan yang strategis. Aturan De Minimis terus berubah, tetapi dengan mitra seperti DHL Express, Anda memiliki akses ke berbagai tools untuk menghitung landed cost dan menyiapkan dokumen impor yang diperlukan dengan benar.

Jangan biarkan kompleksitas kepabeanan menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Buka akun bisnis DHL Express sekarang untuk mendapatkan panduan dari para ahli serta solusi pengiriman yang andal agar bisnis global Anda tetap kompetitif..

1 - Ekonomi Perdagangan, 2024

2 - Zonos, 2025

3 - Zonos, 2025

4 - Leksiologi, 14 Januari 2025

5 - Otoritas Pendapatan Dalam Singapura, 31 Oktober 2025

6 - Kantor Perpajakan Australia, 22 Oktober 2025