DDP vs DAP: Mana yang Lebih Baik untuk Arus Kas Bisnis?
Memilih antara DDP dan DAP adalah soal menyeimbangkan pengalaman pelanggan dengan kondisi keuangan bisnis Anda. Perbedaan DDP dan DAP sebagai berikut:
DDP untuk Mendukung Pertumbuhan: Penjual membayar bea masuk dan pajak. Proses menjadi lebih mudah bagi pelanggan karena tidak ada biaya tambahan saat barang tiba, tetapi bisnis harus menyiapkan dana lebih awal.
DAP untuk Menjaga Arus Kas: Pembeli yang membayar pajak dan bea masuk. Cara ini membantu menjaga saldo kas bisnis, tetapi ada risiko pelanggan menolak menerima barang saat mengetahui ada biaya tambahan.
Bisa Disesuaikan dengan Strategi Bisnis: Saat memasuki pasar baru, Anda bisa memulai dengan DAP untuk menjaga arus kas. Setelah volume penjualan meningkat, model dapat diubah ke DDP untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
Pengaturan Pembayar Bea Masuk Lebih Fleksibel: MyDHL+ memungkinkan Anda mengatur siapa yang membayar pajak dan bea masuk pada setiap pengiriman, tergantung pengaturan akun dan aturan setempat.
Menggunakan strategi yang tepat dalam memilih incoterm membantu bisnis masuk ke pasar baru tanpa membebani modal kerja secara berlebihan.
Â
Bagaimana penilaian Barang yang Akurat Bisa Mencegah Kelebihan Pembayaran Pajak?
Jika nilai barang impor dihitung terlalu tinggi, perusahaan bisa membayar pajak lebih besar dari yang seharusnya. Artinya, dana bisnis Anda tertahan tanpa perlu. Kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan biaya yang sebenarnya tidak dikenakan pajak, seperti ongkos kirim internasional atau asuransi, ke dalam dasar perhitungan pajak.
FOB vs CIF: Perusahaan perlu memahami apakah aturan yang berlaku menggunakan metode Free on Board (FOB) atau Cost, Insurance, and Freight (CIF).
Pisahkan Biaya dengan Tepat: Kami membantu memisahkan biaya pengiriman agar pajak hanya dihitung berdasarkan nilai barang, bukan biaya tambahan lainnya.
Pemeriksaan Kepabeanan: Layanan konsultasi kami membantu memeriksa invoice agar nilai pabean yang digunakan sudah sesuai aturan.
Pahami Aturan Lokal: Di Indonesia, perhitungan nilai pabean umumnya menggunakan metode CIF (Cost, Insurance, and Freight). Memahami aturan ini membantu bisnis menghindari pembayaran pajak berlebih.
Perbedaan nilai hanya sekitar 5% saja dapat menyebabkan pemborosan pembayaran pajak hingga sekitar Rp79,5 juta dalam satu kuartal.
Siap Mengoptimalkan Modal Kerja Bisnis Anda?
Mengelola pembayaran bea masuk dan pajak dengan lebih efisien adalah salah satu cara cepat untuk memperbaiki arus kas bisnis. Dengan beralih dari pembayaran per transaksi ke sistem penangguhan pembayaran, aktivitas logistik tidak lagi hanya menjadi biaya, tetapi juga membantu menjaga likuiditas perusahaan. Hubungi spesialis DHL untuk meninjau strategi pembayaran Anda dan membantu menjaga dana bisnis tetap produktif
Â
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)