Hal ini tergantung pada apakah negara tujuan menggunakan metode CIF atau FOB untuk perhitungannya. Jika negara tersebut menggunakan CIF dan biaya pengiriman membuat total nilai melebihi batas, maka bea masuk dan pajak tetap harus dibayarkan.
Pengiriman lintas negara sering menghadapi masalah ketika pelanggan harus membayar biaya impor tak terduga saat barang tiba. Biaya tambahan ini sering menyebabkan tingginya tingkat retur dan dapat merusak reputasi brand Anda dengan cepat. Panduan ini membantu Anda memahami cara memanfaatkan batas impor bebas bea masuk agar pengiriman internasional tetap menguntungkan sekaligus menjaga kepuasan pelanggan.
Batas de minimis adalah nilai maksimum tertentu di mana sebuah kiriman dianggap terlalu kecil untuk dikenakan bea masuk atau pajak oleh pihak Bea dan Cukai. Sederhananya, ini seperti “bebas biaya impor” untuk barang dengan nilai rendah yang masuk ke suatu negara.
Menghindari Biaya Tak Terduga: Jika nilai kiriman Anda berada di bawah batas ini, pelanggan tidak perlu membayar biaya impor tambahan yang tidak terduga.
Metode Perhitungan Berbeda: Otoritas Kepabeanan di setiap negara biasanya menggunakan dua metode utama untuk menghitung nilai de minimis.
Pahami Negara Tujuan Anda: Anda perlu mengetahui aturan yang berlaku di negara tujuan agar tidak terjadi kesalahan perhitungan harga atau biaya pengiriman.
Otomatisasi: MyGTS dapat membantu mengidentifikasi batas de minimis secara otomatis saat Anda membuat waybill, sehingga proses pengiriman jadi lebih sederhana.
Metode Perhitungan | Apa Saja Yang Dihitung? | Dampak Terhadap Pajak |
|---|---|---|
CIF (Cost, Insurance, Freight) | Nilai barang ditambah biaya pengiriman dan asuransi. | Batas nilai lebih cepat tercapai, sehingga lebih banyak kiriman dikenakan pajak atau bea masuk. |
FOB (Free on Board) | Hanya nilai barang fisik itu sendiri. | Biaya pengiriman tidak dihitung, sehingga barang dengan nilai lebih tinggi sering kali masih bisa masuk tanpa bea masuk. |
Sebagian besar aturan kepabeanan di kawasan APAC menggunakan metode perhitungan tertentu sebagai standar. Jika Anda menggunakan metode yang salah, kiriman Anda bisa tertahan atau mengalami keterlambatan di proses Bea dan Cukai.
Pemerintah di berbagai negara mulai menurunkan batas impor bebas bea masuk untuk mendapatkan lebih banyak pemasukan pajak dari pesatnya pertumbuhan e-commerce. Langkah ini juga bertujuan melindungi retailer lokal dan memastikan perdagangan digital ikut berkontribusi pada anggaran negara.
Batas Bebas Bea Masuk Diturunkan: Negara seperti Indonesia mulai menerapkan sistem yang mengenakan pajak bahkan untuk impor dengan nilai kecil.
Perubahan Kategori Produk: Amerika Serikat mengubah aturan untuk batas USD 800 pada kategori produk tertentu yang pertumbuhannya sangat tinggi.
Pemantauan Digital yang Lebih Ketat: Kantor pabean kini menggunakan AI untuk memantau frekuensi pengiriman barang bernilai rendah kepada satu penerima yang sama.
Pembaruan peraturan secara real-time: Layanan Perdagangan Global DHL Express (MyGTS) menyediakan pembaruan aturan kepabeanan secara real-time agar Anda selalu mengikuti perubahan terbaru.
Anda tidak perlu memeriksa puluhan website Kepabeanan setiap pagi. Kami mengelola data dan pembaruan aturan tersebut sehingga Anda bisa fokus mengembangkan penjualan dan brand bisnis Anda.
Setiap negara di kawasan Asia Pasifik memiliki aturan sendiri mengenai nilai barang yang dapat masuk tanpa dikenakan bea masuk. Tidak ada standar yang sama untuk seluruh kawasan.
Batas Rendah di Indonesia: Di Indonesia, batas de minimis sangat rendah, yaitu sekitar USD 3 per kiriman. Jika nilai barang melebihi batas ini, maka kiriman dapat dikenakan pajak.
Pajak yang Berlaku: Kiriman di atas batas tersebut dapat dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan dalam beberapa kasus juga Pajak Penghasilan (PPh), tergantung jenis produknya.
Pengecualian Ketat: Produk tertentu seperti rokok dan alkohol tidak pernah mendapatkan fasilitas bebas bea masuk, berapa pun nilainya.
Pentingnya Dukungan Mitra Logistik: Mengelola perbedaan aturan antar-negara secara manual sangat sulit bagi bisnis yang sedang berkembang, terutama dengan tantangan logistik di negara kepulauan seperti Indonesia.
Memahami aturan kepabeanan di APAC membantu Anda menentukan pasar mana yang paling menguntungkan untuk bisnis Anda. Dengan partner logistik yang memahami detail aturan ini, Anda bisa memberikan informasi biaya yang lebih jelas kepada pelanggan sebelum mereka melakukan pembelian.
Total landed cost adalah keseluruhan biaya yang dibutuhkan agar produk sampai ke tangan pelanggan. Jadi, biaya pengiriman hanyalah sebagian dari total biaya tersebut.
Ada Biaya Tambahan Lainnya: Jika nilai kiriman melebihi batas de minimis, Anda juga perlu memperhitungkan PPN impor dan biaya penanganan lainnya.
Margin Keuntungan Bisa Berkurang: Selisih biaya sebesar Rp 795.000 per kiriman dapat dengan cepat mengurangi bahkan menghilangkan keuntungan Anda.
Pengalaman Pelanggan Bisa Terganggu: Biaya tambahan yang muncul saat barang tiba sering menjadi alasan utama pelanggan menolak paket atau memberikan ulasan negatif.
Solusi DDP: Dengan layanan Delivered Duty Paid (DDP), pajak dan biaya impor dapat dibayarkan terlebih dahulu atas nama pelanggan sehingga proses penerimaan barang menjadi lebih mudah dan nyaman.
Kami merekomendasikan penggunaan DHL Landed Cost Calculator untuk membantu menghitung biaya secara lebih akurat. Perhitungan total landed cost yang tepat membantu harga jual internasional Anda tetap kompetitif sekaligus melindungi margin keuntungan dari biaya tersembunyi.
Sengaja menurunkan nilai barang pada dokumen pengiriman untuk menghindari pajak merupakan pelanggaran kepatuhan yang serius. Saat ini, kantor Kepabeanan modern seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea dan Cukai), menggunakan sistem pelacakan data canggih untuk mendeteksi ketidaksesuaian informasi.
Denda dan Sanksi Berat: Bea dan Cukai dapat menahan atau menyita barang Anda, bahkan memberikan denda yang nilainya bisa lebih besar dari nilai kiriman itu sendiri.
Tanggung Jawab Ada pada Pada Pengirim: Dalam aturan “Reasonable Care”, pelaku usaha bertanggung jawab penuh atas keakuratan seluruh data dan dokumen pengiriman.
Risiko Masuk Daftar Pengawasan (Blacklist): Kesalahan deklarasi yang terjadi berulang kali dapat membuat bisnis Anda dibatasi atau bahkan dilarang menggunakan jalur pengiriman tertentu.
Melindungi Reputasi Bisnis: Tim kepatuhan kami membantu dalam meninjau commercial invoice Anda agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.
Keakuratan data adalah perlindungan terbaik untuk menghindari keterlambatan di perbatasan. Dengan dokumen yang benar, proses customs clearance DHL Express dapat berjalan lebih lancar tanpa risiko kiriman ditandai oleh pihak pabean.
Anda tetap bisa menjaga margin keuntungan dengan memilih metode pengiriman yang mampu menghindari hambatan logistik dan kepabeanan tradisional. Jika negara tujuan memiliki batas de minimis yang sangat rendah, mengirim barang satu per satu bisa menjadi mahal dan kurang efisien.
Solusi Break Bulk: Gabungkan banyak pesanan kecil menjadi satu pengiriman besar agar proses customs clearance dilakukan dalam satu kali entry sebelum barang dipisahkan untuk pengiriman lokal.
Gudang Lokal di Negara Tujuan: Kirim stok dalam jumlah besar ke gudang di negara tujuan agar proses pabean hanya dilakukan sekali. Cara ini juga membantu mempercepat pengiriman ke pelanggan.
Integrasi API Pajak dan Bea Masuk: Integrasikan perangkat perhitungan pajak dan bea masuk langsung ke shopping cart Anda agar PPN dan biaya impor dapat dibayarkan saat checkout.
Strategi Hub Logistik: Strategi seperti ini sangat penting bagi bisnis yang mengelola pengiriman dari kawasan industri dan teknologi seperti Batam atau Cikarang.
Model pengiriman ini membantu bisnis Anda bersaing dengan penjual lokal, baik dari sisi harga maupun kecepatan pengiriman. DHL dapat membantu menentukan strategi terbaik untuk setiap pasar, baik pengiriman menuju pelabuhan besar seperti Pelabuhan Tanjung Priok maupun ke wilayah kepulauan yang lebih jauh.
Biaya tersembunyi sebenarnya bisa dihindari. Jika Anda masih mengandalkan perkiraan untuk menghitung pajak dan biaya impor internasional, pengalaman pelanggan Anda bisa terkena dampaknya. Layanan clearance Bea dan Cukai dari DHL Express membantu melindungi bisnis Anda dari biaya tak terduga, terutama saat periode sibuk seperti menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Hal ini tergantung pada apakah negara tujuan menggunakan metode CIF atau FOB untuk perhitungannya. Jika negara tersebut menggunakan CIF dan biaya pengiriman membuat total nilai melebihi batas, maka bea masuk dan pajak tetap harus dibayarkan.
Otoritas Kepabeanan sering menganggap hal ini sebagai upaya menghindari pajak melalui pengiriman terstruktur. Mereka dapat melacak beberapa kiriman ke alamat yang sama dan menggabungkan nilainya, yang berpotensi menyebabkan denda atau keterlambatan.
Anda dapat menggunakan fitur pencarian di MyGTS by DHL Express untuk menemukan kode Harmonized System (HS) yang sesuai dengan produk Anda. HS Code yang tepat sangat penting untuk menentukan tarif pajak, bea masuk, dan status bebas bea.
Bisa. Dengan layanan DDP (Delivered Duty Paid) dari DHL Express, DHL akan menangani pembayaran pajak dan bea masuk di perbatasan terlebih dahulu, lalu menagihnya kepada Anda kemudian. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu membayar biaya tambahan saat barang diterima.