Bagaimana Cara Mengklasifikasikan Kendaraan Anda?
Pada tahun 2026, diperkenalkan kode UN khusus untuk menggantikan kode umum sebelumnya. Perubahan ini membantu petugas darurat dan Bea Cukai mengidentifikasi jenis kendaraan dengan lebih cepat dan akurat. Menggunakan kode yang salah pada invoice komersial dapat menjadi tanda bahaya bagi petugas inspeksi di pelabuhan masuk Indonesia.
UN 3556: Digunakan untuk sebagian besar kendaraan listrik yang menggunakan baterai lithium-ion.
UN 3557: Digunakan untuk kendaraan dengan baterai lithium-metal yang umumnya terdapat pada peralatan industri.
UN 3558:Digunakan untuk baterai sodium-ion yang mulai banyak digunakan pada kendaraan e-mobility dengan harga lebih terjangkau.
Pemeriksaan Kesiapan Pemasok: Jika Anda mengirim barang dari pusat manufaktur seperti Batam, pastikan pemasok Anda sudah menggunakan kode 2026 terbaru ini.
Kendaraan dengan baterai sodium-ion umumnya memiliki risiko lebih rendah karena baterainya dapat dikosongkan hingga nol volt tanpa mengalami kerusakan. Namun, baterai ini tetap wajib mengikuti aturan batas SoC maksimal 30% seperti baterai lithium.
Â
Dokumen Apa Saja yang Wajib untuk Pengiriman EV di Tahun 2026?
Otoritas Bea dan Cukai kini mewajibkan informasi keselamatan baterai kendaraan secara lengkap dan detail. Tanpa dokumen laboratorium dan deklarasi yang sesuai, termasuk sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk komponen tertentu, pengiriman Anda dapat ditahan untuk proses audit manual.
Ringkasan Uji UN 38.3 (UN 38.3 Test Summary): Dokumen hasil uji laboratorium yang membuktikan baterai telah lolos pengujian keselamatan internasional.
Deklarasi SoC: Pernyataan resmi yang memastikan tingkat daya baterai berada di 30% atau kurang saat pengiriman.
Lembar Data Keselamatan (Safety Data Sheet, SDS): Dokumen keselamatan produk yang harus mengacu pada regulasi IATA Edisi ke-67 tahun 2026.
Akses Digital: Platform MyDHL+ memungkinkan Anda mengunggah QR code untuk dokumen-dokumen tersebut langsung ke airway bill pengiriman.
Hal ini membantu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan verifikasi data secara cepat dan otomatis. Untuk jenis kendaraan tertentu, Anda juga wajib menggunakan HS Code 12 digit yang sesuai agar dapat memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk jika tersedia.