#SaranLogistik

Memanfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) untuk Mengurangi Biaya Ekspor

Poin-Poin Penting

  • Penghematan Bea Masuk: Perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) yang berlaku dapat membantu mengurangi biaya bea masuk saat mengirim barang ke luar negri.
  • Dokumen yang Akurat: Dokumen Surat asal barang (Certificate of Origin) yang benar membantu menghindari keterlambatan proses clearance kepabeanan serta biaya pajak atau bea masuk yang tidak terduga.
  • Pemeriksaan Sebelum Pengiriman: My Global Trade Services (MyGTS) membantu Anda menemukan kode tarif yang tepat serta mengetahui dokumen perdagangan dan manfaat FTA yang dapat digunakan sebelum melakukan pengiriman.
  • Dokumentasi yang Rapi: Pencatatan dan penyimpanan dokumen yang baik membantu bisnis Anda lebih siap menghadapi pemeriksaan Bea dan Cukai, termasuk pemeriksaan atas transaksi sebelumnya.

Setiap kali Anda melakukan pengiriman internasional tanpa memanfaatkan fasilitas dari perjanjian perdagangan yang tersedia, ada peluang penghematan biaya yang terlewat. Bagi tim yang menangani penjualan lintas negara, hal ini sering kali terjadi karena dokumen yang diperlukan belum lengkap atau tidak sempat dipersiapkan. DHL Express membantu tim perdagangan memahami dan memenuhi ketentuan dalam perjanjian perdagangan sebelum barang dikirim. Berikut cara mengetahui peluang pengurangan tarif yang dapat dimanfaatkan, menyiapkan dokumen dengan baik, serta melindungi bisnis Anda dari tagihan pajak tambahan di kemudian hari.

 

Bagaimana tarif preferensial membantu Anda menarik pelanggan internasional?

Tarif preferensial dapat membuat harga produk Anda lebih kompetitif di pasar internasional dengan mengurangi atau bahkan menghapus bea masuk. Dengan begitu, total biaya produk hingga sampai ke negara tujuan menjadi lebih menarik bagi pelanggan di luar negeri.

Bagaimana perjanjian perdagangan membantu Anda menawarkan harga yang lebih kompetitif?

Berikut manfaat yang bisa Anda dapatkan:

Duty Cuts

Bea Masuk Lebih Rendah: Perjanjian perdagangan dapat menurunkan tarif bea masuk, bahkan hingga 0%, sesuai ketentuan dan jangka waktu yang berlaku.

Competitive Pricing

Harga Lebih Kompetitif: Beban bea masuk yang lebih rendah membantu Anda menawarkan harga yang mampu bersaing dengan produk lokal.

Supply Resilience

Rantai Pasok Lebih Stabil: Mendapatkan bahan baku atau komponen dari negara yang memiliki perjanjian perdagangan dapat membantu membangun rantai pasok yang lebih stabil.

Peran MyGTS dalam proses ekspor Anda

Menurut Corporate Tariffs Survey 2025 oleh Thomson Reuters Institute, hanya 33% perusahaan yang menggunakan teknologi untuk mengotomatiskan proses kepatuhan terhadap FTA. Artinya, sebagian besar perusahaan masih mengelolanya secara manual dan berpotensi melewatkan peluang untuk menghemat biaya.

Jika Anda tidak memanfaatkan fasilitas pengurangan tarif yang tersedia, margin keuntungan dapat berkurang, terutama untuk pengiriman dalam jumlah besar. MyGTS membantu Anda menemukan kode tarif ekspor dan impor yang tepat untuk barang Anda. Setelah kode tersebut dimasukkan, fitur Pre-Shipment Plans akan menunjukkan dokumen kepabeanan dan perdagangan yang perlu disiapkan, termasuk fasilitas FTA yang dapat dimanfaatkan.

Cara mengetahui fasilitas FTA yang berlaku untuk rute perdagangan Anda

Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengetahui apakah pengiriman Anda memenuhi syarat mendapatkan tarif preferensial melalui perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement atau FTA):

  • Masuk atau Daftar: Akses MyGTS menggunakan akun DHL Express Anda, atau buat akun MyGTS secara gratis.
  • Temukan Kode Tarif: Gunakan fitur pencarian kode tarif untuk menemukan kode HS yang tepat untuk produk Anda.
  • Masukkan Negara Asal dan Tujuan: Pada fitur Pre-Shipment Plans, masukkan negara asal dan negara tujuan pengiriman.
  • Periksa Dokumen yang Dibutuhkan: Lihat dokumen kepabeanan dan perdagangan yang diperlukan untuk rute tersebut, termasuk fasilitas FTA yang dapat Anda manfaatkan.

Jika Anda melakukan pengiriman dari kawasan industri seperti Cikarang, memahami ketentuan ini menjadi semakin penting. Untuk proyek berskala besar, perjanjian perdagangan regional seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dapat membantu menekan biaya.

 

Dokumen apa yang diperlukan untuk membuktikan asal barang?

Untuk mendapatkan tarif bea masuk yang lebih rendah, Anda memerlukan Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin/COO) yang akurat dan sesuai ketentuan. Otoritas Kepabeanan menerapkan ketentuan yang ketat untuk memastikan barang Anda memenuhi persyaratan dalam perjanjian perdagangan. Kesalahan kecil dalam dokumen dapat menyebabkan pengajuan fasilitas tarif Anda ditolak.

Bagaimana DHL Express membantu menyiapkan dokumen?

Layanan Multiline Entry dan Export Declaration dari DHL Express membantu Anda mempersiapkan dokumen yang diperlukan. Kami dapat membantu menyusun dokumen sesuai dengan ketentuan perdagangan yang berlaku, namun tanggung jawab akhir untuk memastikan kepatuhan tetap berada pada Anda.

Empat hal penting dalam dokumen asal barang

Pastikan dokumen Anda mencakup empat hal berikut:

  • Periksa Kode HS: Cocokkan kode HS produk Anda dengan ketentuan dalam perjanjian perdagangan untuk memastikan produk memenuhi syarat mendapatkan fasilitas tarif.
  • Penuhi Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin): Dokumentasikan dengan jelas bagaimana produk Anda memenuhi ketentuan asal barang, misalnya jika seluruh bahan berasal dari negara yang memenuhi syarat.
  • Lengkapi Formulir: Isi seluruh informasi yang diwajibkan, termasuk data eksportir dan pernyataan asal barang. Jika diperlukan, dokumen tersebut juga harus diverifikasi oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
  • Simpan Dokumen Produksi: Simpan seluruh catatan bahan baku, faktur, dan dokumen produksi sebagai bukti pendukung.

Siapkan semua dokumen lebih awal untuk menghindari hambatan selama periode sibuk. Kapasitas logistik dapat berubah dengan cepat selama periode Lebaran, sehingga persiapan sejak awal menjadi semakin penting.

 

Bagaimana melindungi bisnis Anda dari denda akibat pemeriksaan di kemudian hari?

Otoritas bea cukai dapat memeriksa kembali dokumen perdagangan Anda beberapa tahun setelah barang melewati proses kepabeanan. Jika ditemukan bahwa klaim asal barang yang diajukan tidak benar, bisnis Anda dapat dikenakan tagihan pajak atau bea yang belum dibayar serta denda. Karena itu, dokumentasi kepatuhan yang lengkap dan jelas sangat penting untuk melindungi bisnis Anda saat pemeriksaan dilakukan.

Bagaimana MyDHL+ membantu Anda lebih siap menghadapi pemeriksaan

Fitur pemeriksaan otomatis (automated screening tools) di MyDHL+ membantu Anda menemukan dan memperbaiki data yang belum lengkap sebelum dokumen diserahkan ke bea cukai. Dengan begitu, kekurangan informasi yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari bisa diketahui lebih awal.

Hal yang sering terlewat dalam kepatuhan perdagangan

Periksa risiko perdagangan bisnis Anda dengan memperhatikan beberapa hal yang sering terlewat berikut:

Risiko Kepatuhan

Dampak pada Operasional

Cara Melindungi Bisnis Anda

Dokumen Kedaluwarsa

Dapat menyebabkan barang langsung ditolak saat proses di perbatasan.

Atur pengingat otomatis untuk masa berlaku sertifikat terkait perjanjian perdagangan.

Kesalahan Perhitungan

Berpotensi menimbulkan kesalahan dalam perhitungan nilai pabean dan proses kepatuhan perdagangan.

Standarisasi daftar bahan baku (Bill of Materials) dengan biaya yang selalu diperbarui.

Penyimpanan Dokumen

Menyulitkan Anda memberikan bukti saat dilakukan pemeriksaan.

Simpan catatan digital seluruh dokumen produksi setidaknya selama sepuluh tahun, sesuai ketentuan kepabeanan Indonesia.

Kode HS yang Salah

Dapat menyebabkan penilaian ulang tarif dan denda akibat kesalahan klasifikasi.

Periksa kode HS produk secara berkala sesuai pembaruan ketentuan bea cukai.

Jika detail-detail ini tidak dipantau dengan baik, bisnis Anda dapat menghadapi tagihan tak terduga. Kesalahan kecil sebesar Rp895.000 per faktur dapat dengan cepat menjadi biaya yang besar jika dikenakan kembali pada seluruh pengiriman selama satu tahun.

 

Siap menjaga margin keuntungan dari bisnis internasional Anda?

Mengurangi biaya ekspor membutuhkan dokumen yang akurat serta pemantauan yang dilakukan secara rutin. DHL Express membantu Anda melalui MyGTS untuk mencari kode tarif dan menggunakan fitur Pre-Shipment Plans, serta layanan Multiline Entry dan Export Declaration untuk membantu kelancaran proses dokumen pengiriman Anda. Hubungi staf DHL Express hari ini untuk memeriksa rute pengiriman Anda dan menemukan cara yang lebih mudah untuk melakukan pengiriman internasional.

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dapat mengurangi atau menghapus bea masuk atas barang Anda ketika memasuki negara tujuan. Dalam perjanjian tertentu, tarif bea masuk bahkan bisa menjadi 0%. Pengurangan biaya ini membuat harga produk Anda lebih kompetitif dibandingkan produk dari negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan serupa.

Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) merupakan dokumen resmi yang membuktikan bahwa barang Anda diproduksi atau diproses di wilayah yang tercakup dalam perjanjian perdagangan. Otoritas kepabeanan, seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Republik Indonesia (Bea Cukai), memerlukan dokumen ini untuk memastikan bahwa pengiriman Anda memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian perdagangan.

Ya. Otoritas kepabeanan dapat memeriksa kembali dokumen perdagangan beberapa tahun setelah barang selesai melalui proses clearance Bea dan Cukai. Jika ditemukan kesalahan dalam dokumen, bisnis Anda dapat dikenakan tagihan pajak atau bea masuk yang belum dibayar, bunga, serta denda sesuai ketentuan yang berlaku.

MyGTS membantu Anda menemukan kode tarif ekspor dan impor yang tepat untuk barang yang dikirim ke berbagai negara. Setelah memasukkan kode tersebut ke fitur Pre-Shipment Plans, Anda dapat melihat dokumen kepabeanan dan perdagangan yang diperlukan, termasuk fasilitas FTA yang dapat dimanfaatkan.

DHL Express menyediakan layanan Multiline Entry, Export Declaration, dan pengurusan izin untuk membantu Anda menyiapkan dokumen yang sesuai dengan standar internasional. Namun, tanggung jawab akhir untuk memastikan seluruh proses dan dokumen memenuhi ketentuan yang berlaku tetap berada pada pihak Anda.